Suku Bunga KUR Kembali Turun Jadi 6 Persen

Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah kembali menurunkan suku bunga kredit usaha rakyat (KUR). Suku bunga kredit ditetapkan sebesar 6 persen per tahun, dari sebelumnya 7 persen.


Hal ini dilakukan guna mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Deputi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menuturkan, pemerintah berharap penurunan suku bunga KUR ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Makanya pemerintah dorong kebijakan KUR untuk dorong pertumbuhan ekonomi dalam rangka kebijakan yang pro rakyat,” jelasnya.


Penurunan suku bunga KUR ini dilakukan sebagai langkah mitigasi. Sebab, jika tidak diturunkan, maka dikhawatirkan pertumbuhan ekonomi akan semakin terkoreksi.

“Bisa-bisa terseret seperti model India yang ekonominya terseret dari 8 persen ke 4,5 persen,” tambahnya.

Dijelaskan, suku bunga KUR bisa diberikan rendah lantaran pemerintah memberikan subsidi bunga melalui bank penyalur kredit.

Lebih lanjut, di sisi lain debitur mampu memenuhi kewajiban pembayaran bunga dan pokoknya, karena rendahnya suku bunga tadi. Selain menurunkan suku bunga KUR, pemerintah juga menaikkan plafon guna memperluas penyaluran kredit.

“Wujud dorong UMKM dan dorong ekonomi dan dalam rangka untuk mempertahankan daya beli sehingga muncul juga pelaku UMKM yang akan naik kelas menjadi lebih tinggi,” terang Iskandar. Pemerintah pun menargetkan, pada 2024 KUR yang disalurkan dapat mencapai angka Rp 325 triliun.

(jpc/pojoksatu)