November, Nilai Ekspor Alami Penurunan

Kepala BPS Suhariyanto
Kepala BPS Suhariyanto. (Foto : Jawa Pos)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Nilai ekspor Indonesia pada November, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), mengalami penurunan 6,17 persen, yaitu dari USD 14,93 miliar menjadi USD 14,01 miliar.


Disebutkan, salah satu faktor penyebabnya adalah menurunnya permintaan barang di negara tujuan utama ekspor Indonesia, khususnya nonmigas.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan ekspor paling dalam terjadi pada tujuan Tiongkok. Salah satu mitra dagang utama ini mencatatkan penurunan sebesar USD 348 juta menjadi USD 2,41 miliar.

Padahal periode Oktober, nilai ekspor ke negara tersebut mencapai USD 2,76 miliar.


“Ke Tiongkok, ekspor kita pada November ini mengalami penurunan USD 348 juta dan yang mengalami penurunan paling besar adalah biji, kerak, dan logam,” paparnya.

Bukan hanya itu, ekspor ke Jepang juga mengalami hal serupa. Pada November, ekspor ke Jepang tercatat hanya USD 1,11 miliar, atau turun USD 129,6 juta dari periode Oktober yang sebesar USD 1,24 miliar.

“Ekspor kita ke Jepang juga mengalami penurunan USD 129,6 juta, demikian juga ke Taiwan, Malaysia, dan Singapura,” katanya.

Berdasarkan komoditas, penurunan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam yang turun sebesar USD 239,6 juta, besi dan baja turun USD 169 juta, lalu bahan bakar mineral turun USD 138,5 juta.

Kemudian ada juga kendaraan dan bagiannya yang turun sebesar USD 122,4 juta dan terakhir adalah logam mulia dan perhiasan yang turun USD 105,2 juta.

Sebagai informasi, ekspor nonmigas menurun sebesar 7,92 persen, yakni dari USD 14,015 miliar menjadi USD 12,9 miliar. Sedangkan eskpor migas naik 20,66 persen dari USD 916,1 juta menjadi USD 1,105 miliar.

(jpc/pojoksatu)