Serius Garap Milenial, Ritel Fashion Ekspansi Buka Toko Offline

baju batik koleksi Minimal untuk musim panas
ilustrasi

POJOKSATU.id, JATIM – Pengusaha fashion online gencar ekspansi buka toko offline. Hal ini dilakukan untuk menggarap milenial sebagai target market.


Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim Sutandi Purnomosidi membenarkan, pasar fashion saat ini masih sangat menjanjikan.

Pasalnya, setiap orang butuh pakaian yang stylish demi menunjang aktivitas sehari-hari.

Namun, kata dia, ada satu hal yang harus dicermati oleh pelaku bisnis agar bisa bertahan di tengah persaingan yang ketat ini. Yaitu terkait karakter konsumen yang telah berubah.


“Kondisi bisnis pakaian sekarang sudah beda. Ada suatu perubahan besar pada pola pasar sehingga ritel konvensional yang sudah ada dan hanya mengandalkan nama besar brandnya harus bersiap-siap untuk menghadapi shifting ini,” paparnya.

Menurutnya, saat ini market milenial tidak lagi belanja hanya karena ingin mendapatkan sebuah brand yang prestis.

Tetapi, alasan utama mereka shopping sekarang karena ada faktor comfort use. Artinya, pasar anak muda kini merasa nyaman-nyaman saja memakai barang non branded. Asalkan fashionable, comfortable, dan harga kompetitif.

Meskipun berjualan pakaian via daring sudah sangat menguntungkan, namun menurut Sutandi, pelaku bisnis fashion tetap harus memiliki gerai offline.

“Sebab, kalau masyarakat, terutama milenial, beli baju bisa lihat fisiknya langsung dan bisa dicoba pasti mereka akan lebih percaya dan nyaman,” ucapnya.

Oleh karena itu, saat ini sudah mulai banyak perintis-perintis usaha clothing yang berani buka outlet di dalam mal demi mendekatkan diri ke pasar.

“Memang secara persentase perkembangannya belum terlalu signifikan. Namun tren ke arah sana sudah mulai terbaca,” tandasnya.

(jpc/pojoksatu)