Perekonomian Indonesia Tahun Depan Diprediksi Tumbuh Stabil

ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Perekonomian Indonesia tahun depan diprediksi bisa tumbuh dengan stabil.


Ekonom BCA David Sumual menyebutkan, pertumbuhan Indonesia 2020 bisa mencapai 5,0–5,2 persen.

Daya tahan ekonomi yang ditopang konsumsi masyarakat serta efek kebijakan makro seperti penurunan suku bunga dan reformasi struktural diproyeksikan mampu menopang pertumbuhan ekonomi.

David mengungkapkan, pada 2008, ekonomi tidak hanya melambat, tapi juga ada ancaman resesi. Meski begitu, ekonomi tetap bisa tumbuh 4,6 persen karena cukup kuatnya konsumsi masyarakat.


Berbeda dengan Singapura yang sangat bergantung pada perdagangan internasional, ketergantungan Indonesia terhadap ekspor hanya 12 persen.

“Jadi, kami tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi global. Ini modal, tinggal bagaimana bisa menarik sektor riil masuk ke sini,” tuturnya.

Dia menyatakan, ada beberapa katalis yang bisa mendorong ekonomi tahun depan. Di antaranya, kelanjutan proyek infrastruktur dan rencana pemindahan ibu kota yang akan mendorong kinerja sektor konstruksi dan properti.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, penetrasi teknologi dan ponsel pintar telah memunculkan kekuatan baru ekonomi dalam negeri yang bertumpu pada digitalisasi.

Riset yang dirilis Google, Temasek, dan Bain menyebutkan bahwa Indonesia berkontribusi USD 40 miliar atau Rp 567,49 triliun dari total nilai ekonomi digital di Asia Tenggara yang diproyeksikan menembus USD 100 miliar pada 2019.

Nilai ekonomi berasal dari lima sektor ekonomi berbasis internet. Yakni, e-commerce, media daring, ride-hailing, wisata atau travel, dan layanan finansial.

“Pada 2025, ekonomi digital Indonesia bakal bertumbuh menjadi USD 133 miliar,” imbuhnya.

(jpc/pojoksatu)