Peminat Produk UKM di Pasar Daring Cukup Tinggi

baju batik koleksi Minimal untuk musim panas
ilustrasi

POJOKSATU.id, SURABAYA – Produk usaha kecil dan menengah (UKM) yang laku keras di pasar daring adalah batik, fashion dan sepatu.


Hal ini disampaikan Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja. Diakui jika peminat produk UKM cukup tinggi karena harganya terjangkau.

“Segi kualitas juga tidak kalah dengan brand besar,” ucapnya.

Handhika menuturkan, mereka yang masuk kategori UKM dalam pasar daring adalah para pelaku usaha yang penghasilannya di bawah Rp 4,8 miliar per tahun.


Dirinya mengaku, pada era marketplace yang menjamur seperti sekarang, tren UKM daring makin meningkat.

Karena itu, Shopee terus agresif mendekatkan para pelaku UKM dengan teknologi. Salah satu caranya, menggelar pelatihan pemasaran produk secara rutin.

Setelah para pelaku UKM binaan paham seluk beluk pasar daring, Shopee mengajarkan ilmu lain.

Yakni, trik agar UKM naik kelas dan bisa masuk pasar ekspor. Untuk tujuan jangka panjang itu, Handhika tengah menyiapkan kanal Kreasi Nusantara sebagai jembatan bagi para pelaku UKM yang berorientasi ekspor.

Kanal tersebut menjadi program pertama Shopee untuk memperluas jangkauan produk-produk UKM Indonesia ke mancanegara.

Khususnya, negara-negara tempat Shopee beroperasi. Misalnya, Malaysia, Singapura, Taiwan, Vietnam, dan Filipina.

Sementara itu, President Public Policy and Government Relations Tokopedia Astri Wahyuni mengungkapkan, para pelaku industri kecil pun harus bisa memanfaatkan teknologi.

Dari sekitar 6 juta merchant Tokopedia, 70 persennya adalah pebisnis baru atau pelaku UKM.

“Kami ingin industri kecil go online dan berkembang bersama Tokopedia,” ucapnya.

Astri juga menyebut aplikasi Mitra Tokopedia sebagai sarana efektif untuk menjembatani dunia ritel daring dan offline.

Lewat aplikasi itu, pelaku UKM bisa menjajakan apa saja. Mulai token listrik sampai barang-barang kelontong.

(jpnn/pojoksatu)