Wacana Pembatasan Diskon Tarif Ojol Dapat Dukungan

tarif ojek online
Ojek online/Ilustrasi. (JawaPos)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wacana pembatasan diskon tarif ojek online (ojol) mendapat dukungan dari salah satu pemain, yakni Bonceng.


Hal ini disampaikan Founder and CEO Bonceng Faiz Noufal.

Dirinya mengatakan, pembatasan diskon tarif ojol perlu didukung demi menjaga persaingan sehat di bisnis ini.

“Saya mendukung pemerintah untuk mendewasakan industri ini dalam jangka panjang, supaya industri secara keseluruhan terjadi persaingan yang sehat,” katanya kepada JawaPos.com.


Diketahui, aplikator ojol kerap memberikan diskon demi memikat konsumen di tengah penetapan tarif baru berdasarkan Permenhub 12/2019.

Asal tahu saja, beleid tersebut mengatur batas bawah dan batas atas tarif ojol.

Diskon yang diberikan tak tanggung-tanggung. Tak jarang, aplikator memberikan diskon 50 persen dari tarif normal atau bahkan hanya mengenakan Rp 1 per perjalanan.

Faiz menilai, pemberian diskon memang merupakan hak dari masing-masing perusahaan.

Namun ia berpandangan, pemberian diskon jor-joran tersebut mengarah pada persaingan tidak sehat atau predatory pricing.

“Sebenarnya terkait diskon itu kan tergantung dari masing-masing perusahaan. Cuma pemerintah dalam hal ini bisa untuk melindugi driver, konsumen, atau untuk menjaga kondisi pasar supaya sehat, memberikan satu regulasi,” katanya.

Faiz lantas memprediksi, jika monopoli benar terjadi, maka akan ada salah satu kompetitor tersingkir. Situasi ini, kata dia dapat dimanfaatkan oleh yang bertahan untuk menaikkan harga.

“Sehingga yang bersangkutan bertahan akan lebih mudah memutuskan itu saat tak ada lagi kompetitor, karena tak khawatir konsumen berpaling,” tandasnya.

(jpc/pojoksatu)