Masa Mudik Lebaran, Tingkat Okupansi Hotel Meningkat

okupansi - hotel
Ilustrasi/foto via jpnn

POJOKSATU.id, SURABAYA – Tingkat okupansi hotel di masa mudik Lebaran 2019 meningkat.


Hal ini disebabkan harga tiket pesawat yang mahal. Masyarakat pun memilih melakukan perjalanan darat dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Lamanya perjalanan mendorong mereka untuk menginap di hotel. Hal inilah yang menyebabkan tingkat okupansi hotel di Jatim meningkat.

Kondisi ini pun dibenarkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Herry Siswanto.


Dirinya menjelaskan, perjalanan darat yang memakan waktu lama membuat hotel-hotel kebanjiran tamu.

Sebab, mereka yang bepergian dengan mobil pribadi tidak mungkin melakukan perjalanan nonstop 24 jam. “Pasti akan istirahat atau menginap di hotel,” katanya.

Karena sebagian besar masyarakat yang menempuh perjalanan panjang tersebut adalah wisatawan, hotel di sekitar tempat wisatalah yang okupansinya melonjak.

Akan tetapi, hotel di pusat kota juga terkena dampak positif. Banyak keluarga modern yang memilih menghabiskan libur Lebaran dengan staycation alias menginap di hotel karena asisten rumah tangga (ART) mudik.

Hotel-hotel Jatim pun lantas terlibat dalam perang promo dan paket Lebaran. “Mulai H-5 Lebaran, tingkat okupansinya mencapai 84 persen,” ungkap Herry.

Selama semester pertama sampai bulan ini, tingkat okupansi hotel-hotel Jatim rata-rata mencapai 69 persen. PHRI optimistis, sampai akhir tahun nanti, tingkat okupansi hotel-hotel Jatim bisa lebih dari 76 persen.

(car/c14/hep/pojoksatu)