Perkembangan Penerapan SNI Baja Cukup Besar

industri baja
Ilustrasi industri baja/Foto via Jawa Pos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Penerapan SNI baja di Indonesia cukup besar perkembangannya. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya.


Bambang menuturkan, penetapan SNI juga sebagai bukti bahwa perusahaan betul-betul berkomitmen terhadap mutu dan kualitas.

Disebutkan, dari data yang dimiliki terdapat 49 perusahaan di Indonesia yang menerapkan SNI baja, baik yang diberlakukan wajib maupun sukarela. Sementara untuk wilayah Banten sendiri berjumlah 5.

PT. Krakatau Steel adalah salah satu dari sekian industri/organisasi yang menerapkan selain SNI secara wajib juga SNI sukarela.


Dijelaskan, bagi perusahaan, penerapan SNI baja sangat penting karena untuk keselamatan terutama bidang konstruksi. Apabila tidak memenuhi SNI, dapat memunculkan risiko yang mungkin saja bisa mengancam nyawa manusia.

Dia menyebutkan, sejumlah standar yang diterapkan secara konsisten oleh PT Krakatau Steel antara lain Sistem Manajemen Mutu ISO 9001; Sistem Manajemen Keamanan Lingkungan ISO 14000; ISO 17025; SNI 07-0053-2006 Batang kawat baja karbon rendah (WR).

Adapun SNI yang diberlakukan secara wajib SNI SNI-07-0601-2016 Baja Lembaran, Pelat dan Gulungan Canai Panas; SNI-07-3567-2016 Baja Lembaran Plat dan Gulungan Canai Dingin; JIS G 3505; JIS G 3101; JIS G 3106; JIS G 3136; serta masih banyak standar internasional lainnya.

“Penerapan SNI sukarela membuktikan bahwa menerapkan SNI tidak harus dipaksa melalui regulasi atau pemberlakuan SNI secara wajib,” tegas Bambang.

Pernyataan Kepala BSN ini, sejurus dengan pengakuan Direktur Utama PT Krakatau Steel, Silmy Karim bahwa, penerapan SNI sudah menjadi komitmen perusahaan dalam melindungi konsumen dalam negeri.

“Kami ingin mencapai tujuan menghasilkan produk berkualitas dan berstandar. Dengan SNI, konsumen semakin yakin terhadap produk Krakatau Steel,” tandasnya.

(esy/jpnn/pojoksatu)