Pengemudi dan Aplikator Masih Belum Sepakat Soal Tarif

tarif ojek online
Ojek online/Ilustrasi. (JawaPos)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Perwakilan dari pengemudi dengan aplikator masih belum menyepakati besaran nilai dari tarif ojek online (ojol).


Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi.

Budi pun menegaskan, pihaknya bakal mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut.


Dirinya menjelaskan, asosiasi driver menginginkan tarif ojol sebesar Rp 2.400 per kilometer (km). Itu artinya, mereka menerima komisi sebesar tersebut tanpa potongan apa pun dari pihak aplikator.

Sementara itu, aplikator sepakat dikenakan tarif sebesar itu apabila itu bersifat pendapatan kotor. Artinya, biaya jasa itu belum termasuk potongan dan lain sebagainya.

“Tapi kemarin ada yang menyampaikan kepada saya, kalau bisa jangan kurang dari Rp 2 ribu. Artinya jangan di bawah Rp 2 ribu, tapi bisa saja Rp 2 ribu sekian,” ujarnya.

Lebih lanjut, perihal penetapan tarif tetap (flat), Budi menjelaskan bahwa para pengemudi menginginkan tarif sebesar Rp 10 ribu dengan jarak maksimal 5 km. Untuk itu, Kemenhub masih mencari rumus untuk menetapkan batas atas dan batas bawah.

(jpc/pojoksatu)