2.000 Guru SMK Magang di Industri

kemenperin
Kementerian Perindustrian. (Industry.co.id)

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Tahun ini, Kementerian Perindustrian mengirim 2.000 guru sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk magang di industri.


Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Tranportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto.

Dikatakan, hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam bidang vokasi industri.


Hingga saat ini, sudah ada 1.941 guru yang telah dikirim untuk pelatihan di dalam dan luar negeri guna meningkatkan kompetensi teknis mereka.

“Tahun ini kami targetkan dapat memberikan pelatihan dan magang di industri kepada 2.000 guru SMK,” ujarnya.

Lebih lanjut, Harjanto pun memaparkan hasil monitoring dan evaluasi program pendidikan vokasi industri yang dilakukan pada 2018.

“Pertama, sebanyak 64,74 persen SMK responden telah menerapkan kurikulum hasil penyelarasan. Lalu, sebanyak 51,43 persen SMK responden belum dapat memenuhi kebutuhan peralatan sesuai standar minimum,” kata Harjanto.

Kemudian, untuk SMK yang telah menerima bantuan peralatan baru 37,14 persen yang telah memanfaatkannya untuk proses pembelajaran.

“Terakhir, sebanyak 76 persen SMK memiliki guru produktif, tapi perlu peningkatan kompetensi,” sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, telah ada 2.612 SMK yang dimitrakan dengan 899 industri dengan total perjanjian kerja sama sebanyak 4.997.

“Kementerian memproyeksi telah menggandeng lebih dari 400 ribu siswa SMK di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi sejak 2017,” kata Airlangga.

(cuy/jpnn/pojoksatu)