Kalangan Ekonomi Mampu Diimbau Tak Pakai Elpiji 3 Kg

Epiji 3 kg
ilustrasi

POJOKSATU.id, NUNUKAN – Pendistribusian elpiji 3 kg di wilayah Kecamatan Nunukan, dan Nunukan Selatan, Kalimantan Utara, dinilai masih bermasalah.


Hal ini lantaran terjadi kelangkaan yang diduga karena elpiji 3 kg ikut dinikmati oleh masyarakat kalangan ekonomi mampu.

Sekretaris Disdag Nunukan Hasan Basri Mursali memamparkan, kelangkaan LPG 3 kg tidak akan terjadi jika warga mampu tidak ikut menggunakannya.

Padahal, kata dia, sudah jelas tertulis di tabung LPG 3 kg itu, bahwa LPG tersebut hanya untuk warga miskin.


Semestinya, orang-orang kaya menggunakan LPG nonsubsidi yang telah disiapkan, baik ukuran 5,5 kg atau 12 kg milik PT Pertamina.

“LPG 3 kg itu memang buat warga kurang mampu. Yang jadi masalah itu warga mampu yang juga mau menikmati. Jadi, barangnya pasti tidak cukup karena kuotanya sesuai dengan warga kurang mampu saja,” kata Hasan Basri dikutip dari Radar Tarakan (Jawa Pos Group).

Lantaran tak ada sanksi, Hasan Basri lantas hanya bisa mengimbau untuk beralih menggunakan LPG nonsubsidi.

Untuk bahan bakar rumah tangga jenis ini, pemerintah pun memastikan ketersediaan pasokan yang sangat cukup.

“Jika kesadaran itu dilakukan warga mampu, saya yakin, kelangkaan LPG 3 kg tidak terjadi lagi. Karena, kuota yang diterima selama ini berdasarkan usulan keluarga kurang mampu,” tandasnya.

(jpc/pojoksatu)