Aprindo Dukung Kebijakan Kurangi Penggunaan Plastik

kantong plastik alfamart
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kebijakan pemerintah mengurangi penggunaan plastik hingga 70 persen sebagai kantong pada tahun 2025 mendapat dukungan dari Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo).


Karena itu, Aprindo akan membantu dengan mengubah budaya berbelanja yang biasa menggunakan kantong plastik.

Pihaknya menyatakan komitmen bersama mengurangi kantong belanja plastik sekali pakai (kresek) di semua gerai-gerainya.


Caranya, kata Ketua Umum Aprindo Roy Mandey, dengan kembali menerapkan kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) secara bertahap mulai 1 Maret 2019.

“Ini adalah langkah nyata dari gerai ritel modern untuk mengajak masyarakat agar menjadi lebih bijak dalam menggunakan kantong belanja plastik sekaligus menanggulangi dampak negatif lingkungan akibat sampah plastik,” ujarnya.

Roy mengatakan, pihaknya siap mendukung usaha pemerintah yang bertujuan mengurangi konsumsi plastik khususnya kantong belanja plastik di masyarakat.

Maka jika konsumen menggunakan kantong plastik akan dikenakan biaya tambahan sebesar minimal Rp 200.

“Konsumen akan kami sarankan untuk menggunakan tas belanja pakai ulang yang juga disediakan di tiap gerai ritel modern,” tambahnya.

Sosialisasi KPTG untuk konsumen akan mulai disosialisasikan di gerai-gerai ritel modern melalui pengumuman poster, sosial media dan ajakan langsung dari kasir.

Lebih lanjut, Aprindo merekomendasi penggunaan kantong belanja plastic sesuai SNI yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional (BSN) atas rekomendasi Pusat Standarisasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Wacana pemerintah dalam pelarangan penyediaan kantong belanja plastik di toko ritel modern kurang sejalan dengan tujuan pengurangan dan pengelolaan sampah.

Aturan itu tertera dalam Peraturan Pemerintah Nomor 81 tahun 2012 pasal 1 ayat 3 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga serta Peraturan Presiden No.97/ 2017 pasal 3 ayat 2 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Sampah Rumah Tangga.

“Mengubah budaya masyarakat yang akrab sekali dengan kantong plastik tidak semudah membalikkan telapak tangan, untuk itu kita coba secara perlahan mulai sekarang,” tandasnya.

(jpc/pojoksatu)