Penguatan Rupiah Masih Tertahan

Nilai tukar rupiah terhadap dollar capai titik terendah.
Ilustrasi/Foto via JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pergerakan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan terimbas dari perdagangan valas global.


Hal ini diungkapkan Analis CSA Research Institute Reza Priyambada.

Dikatakan, rupiah dalam perdagangan hari ini berpotensi stagnan dan cenderung dapat kembali melanjutkan pelemahannya.

Meski dari dalam negeri cenderung bernada positif namun, secara teknikal batas middle bollinger band telah terlewati sehingga membuka peluang penurunan.


“Diperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.605-14.589. Diharapkan masih adanya sentimen positif terutama dari dalam negeri dapat menahan pelemahan tersebut,” ujarnya, dilansir JPNN.

Ditambahkan, meski sentimen dari dalam negeri masih ada yang positif namun, tidak juga membuat laju Rupiah berbalik menguat. Justru sebaliknya dimana cenderung kembali melemah.

“Sentimen positif dari langkah Bank Indonesia (BI) untuk mengerahkan semua amunisi intervensi, mulai dari intervensi dan lelang DNDF, intervensi pasar spot dan pembelian SBN di tengah gejolak kondisi global hingga pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang akan fokus pada 6 hal dalma APBN 2019 belum cukup direspons baik oleh Rupiah,” tuturnya.

Adapun 6 hal itu, yaitu peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan infrastruktur, peningkatan efektivitas perlindungan sosial, pelaksanaan agenda demokrasi, penguatan birokrasi yang efisien dan efektif, serta penanggulangan dan mitigasi bencana.

Sementara itu, pelemahan rupiah juga turut berimbas pada kondisi global seperti mundurnya Gubernur Bank of India, Urjit Patel, yang membuat Rupee melemah hingga berbalik menguatnya laju EUR seiring pemberitaan langkah PM Inggris, Theresia May, yang sedang mencari dukungan pada Uni Eropa untuk merubah kesepakatan Brexit yang baru.

(mys/JPC/pojoksatu)