Progres Divestasi Saham Freeport Alami Progres Signifikan

Siti Nurbaya Bakar
Kader Nasdem Siti Nurbaya Bakar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menuturkan, proses divestasi saham PT Freeport Indonesia (PT FI) mengalami progres signifikan.


Saat ini, pemerintah pusat telah merampungkan persyaratan sektor lingkungan terkait pembuatan road map (peta jalan) pengelolaan limbah dan lingkungan.

Menteri Siti menuturkan, road map yang dipersiapkan hanya sampai 2024. Pasalnya, dia ingin strategi disusun bertahap.

“Karena banyak yang mesti diselesaikan kan, bagaimana menurunkan tailing-nya (limbah sisa pemisahan, Red) itu bisa kelihatan di sini,” kata Siti.


Meski begitu, secara prinsip, dia ingin setiap tahun ada pengurangan limbah yang berasal dari kegiatan produksi.

Ditambahkan, dengan selesainya peta jalan pengelolaan limbah, rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dokumen evaluasi lingkungan hidup (DELH) yang ditujukan kepada PT Freeport Indonesia sudah hampir tuntas.

Sisanya, tinggal menunggu rekomendasi gubernur Papua menyangkut izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH).

Trekait hal ini, Menteri Siti berharap IPPKH bisa segera dikeluarkan. Sebab, dengan terbitnya IPPKH, pihak PT Inalum tinggal membayar biaya divestasi 51 persen dari saham PT FI.

Dengan demikian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dapat menerbitkan IUPK sekaligus menandakan Indonesia resmi menguasai perusahaan tambang emas tersebut.

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe menegaskan, pihaknya akan segera menyelesaikan rekomendasi untuk memuluskan IPPKH guna penerbitan IUPK.

Pada kesempatan itu, Lukas juga meluruskan isu yang menyebut dirinya tidak sepakat dengan skema pembagian saham. Menurut dia, pihaknya hanya menolak nama PT Indocopper Investama (PII) sebagai perusahaan yang bersama BUMD akan mengelola 26 persen saham. Terkait jalan keluarnya, Lukas menyebut akan ada pembicaraan lanjutan untuk menyiapkan nama baru.

(far/c10/oni/pojoksatu)