Rupiah Berpotensi Melemah Imbas Minim Sentimen Positif

Perbandingan dollar dan rupiah
Ilustrasi Dollar dan Rupiah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Imbas sentimen global masih belum ada tanda-tanda kondusif, nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat masih terus mengalami pelemahan.


Rupiah sulit untuk berbalik menguat, karena kondisinya diperparah dengan adanya sentimen negatif dari dalam negeri.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 15.204-15.188.

Dijelaskan, pergerakan Rupiah kembali mengalami pelemahan seiring imbas terdepresiasinya EUR.


Adanya penilaian pertumbuhan ekonomi Zona Eropa akan melambat membuat aksi lepas EUR kembali terjadi.

“Pergerakan USD pun kembali mengalami kenaikan dengan memanfaatkan kondisi tersebut,” tuturnya, dilansir JawaPos.

Padahal, di AS sedang terjadi silang pendapat antara Presiden Trump dan Gubernur The Fed, Jerome Powell, terkait kenaikan suku bunga dengan kebijakan pemerintahan untuk membuat ekonomi AS bertumbuh.

Selain itu, data pertumbuhan private-sector Jerman juga cenderung melambat yang diikuti dengan penurunan data manufaktur di Perancis.

Sementara itu, adanya sentimen positif dari dalam negeri seperti optimisme Kementerian Perdagangan terhadap target transaksi dagang di Trade Expo Indonesia 2018 yang mencapai USD 1,5 miliar, adanya tinjauan masa pemerintahan Jokowi-JK selama kurun waktu 4 tahun, khususnya di bidang ekonomi kurang mampu mengangkat Rupiah.

Pasalnya, sejumlah sentimen positif itu tertutup oleh sentimen negatif seperti adanya penilaian terhadap Rupiah yang dapat mencapai level Rp16 ribu di tahun depan dan perkiraan Bank Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan melambat di kuartal tiga tahun ini.

(mys/JPC/pojoksatu)