Pemerintah Ubah Asumsi Kurs Rupiah Jadi Rp 15.000 per USD

Menkeu Sri Mulyani
Menkeu Sri Mulyani

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama Pemerintah menyepakati perubahan Asumsi Makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 melalui Badan Anggaran (Banggar).


Dalam putusan tersebut, telah diputuskan perubahan asumsi dasar makro APBN 2019 pada nilai tukar Rupiah sebesar Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat (USD).

Tekanan perekonomian global, disebutkan Menteri Keuangan Sri Mulyani jadi alasan pemerintah kembali menaikkan asumsi nilai tukar Rupiah tersebut.

Bahkan, proyeksi dari lembaga keuangan mengenai rata-rata nilai tukar Rupiah untuk 2019 bervariasi yaitu antara Rp 15.000 hingga di level Rp 15.500.


“Angka tersebut dipatok mengingat rata-rata nilai tukar di 2018 saja naik menjadi Rp 15.000 per USD. Namun tentu dalam tiga bulan ke depan range-nya antara Rp 14.800 hingga 15.200, sehingga keseluruhan kurs untuk tahun 2018 kurs rata-rata adalah Rp 15.000,” ujarnya, dilansir JawaPos.

Lebih lanjut, dengan asumsi sebesar Rp 15.000 per USD, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia juga mengalami perubahan asumsi menjadi 5,12 persen dari perkiraan awal yang mencapai 5,30 persen.

Selain itu, kata Sri Mulyani, dengan asumsi Rupiah Rp 15.000 per USD, maka komponen investasi juga akan mengalami perubahan dari proyeksi awal pemerintah yang dipatok sebesar 6,95 persen, levelnya diproyeksikan turun menjadi 6,51 persen.

Selain itu, komponen konsumsi rumah tangga yang juga ikut turun dari proyeksi awal sebesar 5,08 persen menjadi 5,07 persen di 2019.

Sementara itu, proyeksi awal pemerintah untuk ekspor di 2019 tercatat tumbuh sebesar 6,28 persen. Melalui penyesuaian nilai tukar, outlook kemudian naik tipis menjadi 6,73 persen.

(mys/JPC/pojoksatu)