RI Tegar di Tengah Perang Dagang, Ini Dampak Bagi Rupiah

Perbandingan dollar dan rupiah
Ilustrasi Dollar dan Rupiah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tercatat, di pasar valas Asia, perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih cenderung melemah.


Hal ini juga diikuti dengan penurunan imbal hasil obligasi AS.

Meskipun demikian, dilansir JPNN, Analis CSA Research Institute Reza Priyambada berharap sentimen tersebut dapat mengurangi tekanan pada Rupiah yang sedang mencoba berbalik naik.

Sebab menurutnya, masih ada sejumlah sentimen positif terutama dari penilaian lembaga asing dan sejumlah negara terhadap kemampuan Indonesia menghadapi krisis perang dagang yang disampaikan dalam Annual Meeting IMF-WB.


Pihaknya pun memperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 15.188-15.215.

Lebih lanjut, Reza menjelaskan, pergerakan Rupiah di akhir pekan kemarin mampu menyamai pergerakan IHSG yang berada di zona positifnya.

Adanya komentar kontra dari Presiden Trump terhadap kebijakan The Fed untuk menaikan suku bunganya ditanggapi positif dimana dinilai dapat menahan potensi kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut.

Di sisi lain, pergerakan USD cenderung melemah di pasar valas Asia setelah pelaku pasar merespon rilis kenaikan di bawah ekspektasi dari indeks harga konsumen.

‚ÄúDengan rilis tersebut juga dinilai dapat mengurangi potensi kenaikan suku bunga The Fed,” tuturnya.

(mys/JPC/pojoksatu)