Manfaatkan Momentum Penguatan Dolar, Eksportir Diminta Jeli

Perbandingan dollar dan rupiah
Ilustrasi Dollar dan Rupiah

POJOKSATU.id, SAMARINDA – Momen penguatan dolar harus menguntungkan eksportir migas, batu bara, dan minyak sawit.


Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Timur Slamet Brotosiswoyo.

Dirinya menuturkan, jika melihat data BPS Kaltim, neraca perdagangan masih surplus. Artinya, ekspor masih bagus.

“Kalau nasional, kan, defisit. Kita harus memanfaatkan peluang ini. Di sisi lain, batu bara dan minyak dunia harganya terus menguat,” tuturnya, dilansir JPNN.


Lebih lanjut, BPS Kaltim sendiri mencatat neraca perdagangan di provinsi itu pada Agustus 2018 surplus sebesar USD 0,86 miliar.

Jika dibanding surplus Juli 2018 yang sebesar USD 1,30 miliar, angka itu lebih kecil.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Bumi Etam periode Januari-Agustus 2018 surplus sebesar USD 9,16 miliar.

Nilai ekspor Kaltim Agustus mencapai USD 1,40 miliar atau mengalami penurunan sebesar 14,03 persen dibanding dengan ekspor Juli 2018.

Sementara itu, bila dibandingkan dengan Agustus 2017, ada penurunan sebesar 4,05 persen.

Di sisi lain, ekspor barang migas mencapai USD 0,24 miliar atau turun 9,96 persen.

Ekspor barang nonmigas periode yang sama mencapai USD 1,15 miliar atau turun 14,85 persen dibanding Juli.

Secara kumulatif, nilai ekspor Bumi Etam pada Januari hingga Agustus mencapai USD 12,06 miliar atau naik 8,03 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Ekspor barang migas mencapai USD 2,18 miliar atau naik 20,32 persen.

Ekspor barang nonmigas mencapai USD 9,88 miliar atau naik 17,22 persen dibanding periode sebelumnya.

(aji/ndu2/k18/pojoksatu)