Sektor Ini Paling Diuntungkan dengan Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

Perbandingan dollar dan rupiah
Ilustrasi Dollar dan Rupiah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini akibat dampak eksternal.


Hal ini diungkapkan Ketua Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmojo.

Dikatakan, persoalan tersebut tidak akan berdampak sistemik terhadap perekonomian nasional.

“Sebenarnya ada sisi positif dari penjualan komoditas CPO (Crude Palm Oil), Batubara meningkat harganya. Sisi yang harus kita mitigasi adalah open position. Nah, kami di Perbanas berusaha untuk menjaga usaha kredit perbankan tidak terpengaruh dengan peningkatan kurs dollar ini, dengan cara memastikan nasabah yang memiliki kredit dengan valuta asing, harus memiliki nasional head atau internal hedging,” kata Kartika, dilansir JPNN.


Selain itu, Perbanas selalu meyakinkan kepada nasabah maupun anggotanya yang bergerak di usaha ekspor mempunyai nasional head.

“Sehingga pelemahan dari sisi garansi ini tidak mempunyai dampak kepada kredit di perbankan,” ucapnya.

Lebih lanjut, untuk meyakinkan para investor agar tidak menarik investasinya di Indonesia, Perbanas berharap kabiven defisit di akhir tahun ini akan menyempit, tidak melebar atau naik.

Terkait melemahnya nilai tukar rupiah, ia meyakini tidak akan berdampak terhadap ekonomi secara signifikan. Hal itu terlihat dengan geliat perusahaan yang mempunyai pendapatan dalam bentuk dolar.

“Seperti eksportir sawit, ekspor batubara, minyak sekarang malah provitnya naik karena mereka jualnya didollar sehingga mereka padahal biayanya dirupiah, jadi banyak juga perusahaan yang mendapatkan benefit,” jelasnya.

(jpnn/pojoksatu)