Pengamat Ragu Kabar Kelangkaan Elpiji, Ini Katanya

Epiji 3 kg
ilustrasi

POJOKSATU.id, BENGKULU – Kabar kelangkaan elpiji 3 kilogram di berbagai daerah yang memicu kenaikan harga diragukan oleh pengamat ekonomi Universitas Bengkulu Retno Ekaputri.


Sebab, menurut Retno, ketika Pertamina melakukan operasi pasar di berbagai daerah tersebut, masyarakat justru tidak meminati.

Ia mencontohkan operasi pasar di Palu, dari 560 tabung yang disediakan Pertamina, hanya 370 yang terjual.

“Sangat dipertanyakan. Sebab jika benar terjadi kelangkaan, maka masyarakat akan menyerbu gas melon (elpiji 3 kilogram) tersebut saat operasi pasar,” kata Retno, dilansir JPNN.


Lebih lanjut, ia mengatakan, secara logika ekonomi, jika terjadi kelangkaan, harusnya animo masyarakat untuk membeli gas elpiji 3 kilogram akan sangat tinggi.

Terlebih, dalam operasi pasar tersebut, Pertamina menjual dengan harga Rp 16 ribu per tabung. Dengan kata lain, lebih rendah dibandingkan harga normal.

“Masak dengan harga murah sepi peminat. Logika ekonominya kurang bisa diterima bahwa terjadi kelangkaan,” kata dia.

Akan tetapi, ia tidak menampik bahwa meningkatnya harga elpiji 3 kg antara lain disebabkan masih maraknya penyalahgunaan gas melon tersebut.

Karena itu, untuk mempersempit penyalahgunaan itu, Retno mendorong pihak berwenang memberi sanksi tegas agar muncul efek jera sehingga ke depan tidak ada lagi kelompok rumah tangga yang tidak berhak menggunakan yang memakai gas tersebut.

(jpnn/pojoksatu)