Peternakan Domestik Kalah Bersaing, Ini Alasannya

Hotel sapi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Daya saing industri peternakan dan perikanan masih perlu ditingkatkan untuk beradu di kancah ekspor.


Sebab, Indonesia dianggap memiliki potensi yang menjanjikan.

Presiden Federasi Masyarakat Perunggasan Don P. Utoyo membenarkan hal tersebut.

Dikatakannya, produksi industri peternakan Indonesia selalu meningkat.


Namun, harga hasil produksi unggas dan olahan dari Indonesia kalah bersaing di pasar global.

Hal itu karena harga pakan ternak yang masih cukup mahal lantaran harus mengimpor.

“Bukan hanya ayam yang potensial kita bisa ekspor, tetapi juga kambing atau domba, misalnya, untuk dijual ke Timur Tengah. Masalahnya, kalau ekspor itu pasti minta jumlah yang sangat besar. Makanya, kita kalah dari Australia atau New Zealand yang sangat mudah memenuhi kapal dalam waktu singkat,” ujar Don, dilansir JPNN.

Ditambahkan, pelaku usaha peternakan di Indonesia perlu meningkatkan networking guna mempermudah aktivitas produksi dan ekspor.

Dengan lebih banyak produsen yang bekerja sama, mereka lebih mudah memenuhi kuota ekspor yang akan dikirimkan ke suatu negara.

Selain itu, pihaknya juga berharap pemerintah membuat regulasi yang mendukung. Misalnya, insentif untuk pembangunan rumah potong atau keringanan untuk yang mau investasi cold storage.

(agf/c14/sof/pojoksatu)