Juni 2018, Pemerintah Berlakukan SNI untuk Pelumas

pelumas - sni
Ilustrasi/Foto via JawaPos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pada Juni 2018 mendatang, pemerintah berencana memberlakukan standar nasional Indonesia (SNI) untuk produk pelumas yang beredar di Indonesia.


Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit.

Namun begitu, dikatakannya, rencana tersebut masih terkendala infrastruktur yang belum memadai.


Sebab, laboratorium di Indonesia belum memadai untuk melakukan pengujian, khususnya untuk performance parameter.

Achmad Sigit menuturkan, hal inilah yang jadi pertimbangan pemerintah sebelum memberlakukan SNI wajib untuk pelumas.

“Yang jadi pertimbangan kita masih ada hal cukup besar, yaitu laboratorium kita. Karena belum ada yang mampu menguji khusus untuk performance parameter,” katanya.

Lebih lanjut, Kemenperin saat ini tengah mempersiapkan laboratorium yang bisa melakukan uji parameter tersebut.

Pasalnya, jika tak ada laboratorium yang bisa melakukan pengujian tersebut, maka produsen akan melakukan uji SNI di luar negeri. Hal tersebut sangat merugikan untuk Indonesia.

“Sebenarnya bisa saja kita melakukan pemberlakukan SNI wajib, tapi kalau tidak ada laboratorium yang bisa lakukan uji maka mereka akan melakukan pengujian di luar negeri. Ini kan merugikan kita juga,” pungkasnya.

(hap/mys/uji/JPC/pojoksatu)