Setelah 5 Tahun, Bali Bisa Ekspor Manggis Lagi ke Tiongkok

manggis
Bali ekspor manggis ke Tiongkok. foto via Jawa Pos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bali akhirnya bisa kembali mengekspor manggis ke Tiongkok setelah 5 tahun.


Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar I Putu Terunanegara.

Dikatakan, ekspor manggis Bali ke Tiongkok dibuka kembali sejak sebulan terakhir.

Diketahui, sebelumnya, ekspor manggis asal Bali ke Tiongkok di-suspend selama lima tahun karena ditemukan famium atau sejenis bakteri yang ada di manggis asal Indonesia.


“Sekarang manggis asal Bali khususnya dan Indonesia umumnya sudah kembali tembus ke Tiongkok. Dan untuk Bali sampai saat ini sudah diekspor hampir 30 ton selama satu bulan ini dari permintaan 20 ribu ton untuk beberapa kota besar di Tiongkok,” terangnya.

Diakui Putu Terunanegara, Tiongkok memang cukup ketat dalam menerima buah impor. Mereka melakukan seleksi secara ketat karena pengalaman ada bakteri masuk.

Setelah tahun 2012 dilarang untuk ekspor ke Negara Tirai Bambu tersebut, kini manggis Bali kembali diminati.

Pihaknya juga memaparkan bahwa target ekspor secara nasional itu sebanyak 20 ribu ton. Sementara Bali, dalam satu bulan saja sudah tembus 30 ton. Hampir setiap hari satu atau 2 ton berangkat ke Beijing dan Sanghai.

Melihat bagusnya peluang ini, Badan Karantina Pertanian terus memaksimalkan untuk mengakselerasi ekspornya. Juga petani di sentra manggis di seluruh Indonesia terus diedukasi dan dilakukan pendampingan agar memenuhi persyaratan teknis yang diminta pemerintah Tiongkok.

(bx/afi/bay/yes/JPR/pojoksatu)