Nyepi, PHRI Prediksi Okupansi Naik Tipis

okupansi - hotel
Ilustrasi/foto via jpnn

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati memperkirakan, momen Nyepi tahun ini tidak terjadi peningkatan okupansi signifikan.


Prediksi ini diungkapkan jelang perayaan Nyepi yang jatuh pada 17 Maret mendatang.

Perayaan ini menjadi momen penting di Bali, sebab bisa mengundang wisatawan mancanegara dan juga domestik datang.

Namun begitu, PHRI mengatakan, Nyepi tahun ini, pihaknya memprediksi peningkatan naik tipis, hanya naik 5 persen dari hari biasa.


Dirinya menjelaskan, hal ini dapat terjadi lantaran melihat kondisi saat ini.

Dimana pariwisata Bali sedang mengalami momen low season dengan okupansi rata-rata sekitar 60 persen.

Jadi, pihaknya memperkirakan saat Nyepi okupansi hanya 65 persen.

“Saat ini okupansi di Bali Selatan 70 persen. Banyak juga orang lokal Bali yang tidak merayakan Nyepi memilih menyewa kamar hotel,” tuturnya.

Sementara itu, pihak hotel menawarkan mulai menawarkan berbagai paket Nyepi, untuk menarik minat wisatawan.

(rb/zul/mus/mus/JPR/pojoksatu)