Politik Bukan Penyebab Ekonomi Stagnan, Tapi Ini

Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indoensia (Apindo) Haryadi Sukamdani menanggapi kekhawatiran akan perekonomian Indonesia di tahun ini.


Sebagaimana diketahui, tahun ini merupakan tahun politik. Dimana, banyak wilayah menggelar pemilihan kepala daerah.

Banyak yang menilai, jika kegaduhan politik akan membuat ekonomi Indonesia di 2018 jauh dari harapan.

Namun Apindo membantahnya. Dikatakan Haryadi, bukan politik yang memberi pengaruh besar ekonomi Indonesia pada tahun ini, melainkan kebijakan para menterinya.


Ia lantas mencontohkan, perihal kebijakan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan bahan bakar minyak (BBM). Jika sampai salah memutuskan kebijakan, ekonomi Indonesia dipastikan sulit memberi prospek cerah.

“Jadi kembali lagi kepada kebijakan, bukan pada kondisi politik,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga memprediksi jika pelaksanaan pesta demokrasi tahun ini juga dipastikan tidak akan memberi kegaduhan besar.

Kondisi ini berbeda dengan saat awal tahun lalu yang melibatkan Ahok – Djarot Saeful dan Anies Baswedan – Sandiaga Uno.

“Karena pada pelaksanaan kali ini tidak ada tokoh spesial yang kontroversial seperti Ahok ya. Jadi perkiraannya sih ya aman-aman saja,” terangnya.

“Yang perlu diwaspadai itu kebijakan menteri-menterinya jangan sampai kontraproduktif,” tandasnya.

(hap/JPC/pojoksatu)