2018, Kebutuhan Gula Industri Diprediksi Meningkat

Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Konsumsi gula mentah untuk kebutuhan industri pada 2018 diprediksi meningkat.


Jumlahnya mencapai 3,6 juta ton atau lebih tinggi enam persen dibanding pada 2017 sebesar 3,4 juta ton.

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan, proyeksi pertumbuhan konsumsi berada di bawah proyeksi pertumbuhan industri makanan minuman sebesar 7-8 persen.

“Kami tidak mengambil angka yang terlalu agresif. Pemerintah mengindikasikan pertumbuhan konsumsinya sekitar 5-6 persen,” ujar Panggah.


Sementara itu, dari data yang ada disebutkan kebutuhan gula nasional sepanjang 2016 mencapai 5,7 juta ton.

Sebanyak 2,9 juta ton di antaranya merupakan kebutuhan industri.

Sisanya, sebanyak 2,8 juta ton merupakan konsumsi masyarakat.

Produksi gula pada 2016 lalu hanya mencapai 2,2 juta ton. Sebanyak 1,2 juta ton di antaranya merupakan hasil produksi BUMN.

Sedangkan sisanya sebanyak 999.600 ribu ton merupakan produksi swasta.

Tahun ini, produsen BUMN ditarget memproduksi sebanyak 1,6 juta ton gula. Selisih permintaan dengan realisasi produksi sebesar 4,2 juta ton pada tahun lalu itu terpenuhi dengan cara impor.

Pada tahun ini, selisih tersebut diperkirakan semakin melebar lantaran realisasi produksi tak sesuai harapan.

“Dari indikasinya, produksi tahun ini jauh lebih rendah dari tahun lalu,” pungkasnya.

Asisten Deputi Bidang Perkebunan dan Hortikultura Kemenko Perekonomian Willystra Danny menambahkan, pihaknya memproyeksikan kebutuhan gula konsumsi dan industri mencapai 6,8 juta ton pada 2020.

“Kebutuhan terus meningkat, tapi produksinya terus menurun. Gap yang semakin melebar itu menjadi alasan mengapa impor raw sugar terus meningkat,” jelas Willystra.

(dai/jpnn/pojoksatu)