Pengusaha Was-was UMK Diprediksi Naik

bisnis hotel
Ilustrasi/foto via JPNN

POJOKSATU.id, TARAKAN – Meski baru akan ditetapkan pada 21 November mendatang, Upah Minimum Kota (UMK) Tarakan 2018 diprediksi naik.


Hal ini diungkapkan Dinas Ketenagakerjaan dan Koperasi setempat.

Meski belum pasti, namun prediksi ini membuat sejumlah pengusaha was-was. Sebab, kenaikan bisa membuat para pengusaha terbebani.

Termasuk bisnis di bidang perhotelan. Hal itu diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Utara Abdul Khair.


Menurut Abdul Khair yang juga pemilik salah satu hotel di Jalan Yos Sudarso itu, beban didasari pada tidak stabilnya pemasukan dan pengeluaran.

“Kenaikan UMK tidak diimbangi dengan permasalahan-permasalahan yang ada di Tarakan saat ini, seperti masalah listrik dan PDAM (air bersih),” ujarnya.

Untuk urusan penggajian karyawan, diceritakan, kebanyakan hotel melati membayar dengan cara kekeluargaan.

Di sisi lain, General Manager Swiss-Belhotel Ireng Maulana mengaku tak mempermasalahkan kenaikan UMK.

Hanya saja, pihaknya akan menyiasati dengan penyesuaian tarif sewa kamar.

“Kalau dibilang berat, ya pasti berat. Namun, apa pun keputusan pemerintah kami ikuti,” ujarnya.

Menurut Ireng, manajemennya selama ini sudah menerapkan UMK bagi karyawan.

(mrs/fen/pojoksatu)