Indonesia Bertekad Jadi Eksportir Terbesar Kopi Dunia

ilustrasi

“Potensi sumber daya untuk mengembangkan perkopian Indonesia sangat besar, di mana ada 10 provinsi sentra kopi,” ungkap Sri.

Sepuluh daerah itu Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Jawa Timur, Bengkulu, Aceh, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur dengan kontribusi 87 persen dari produksi nasional. Serta 24 provinsi lainnya dengan share 13 persen.

Wahyuni menjelaskan produksi kopi Indonesia tahun 2016 sebesar 639 ribu ton dengan luas tanaman 1,2 juta hektar.

Peluang industri kopi di Indonesia dinilai sangat bagus dengan semakin dikenalnya kopi Indonesia di Eropa dan Amerika, terutama kopi khusus (specialty coffee) yang menjadi tren dunia saat ini, seperti kopi gayo, kopi mandailing, kopi lampung, kopi bajawa dan lainnya.


Sementara Data TradeMap (2017), menyebutkan eksportir kopi terbesar dunia saat ini adalah Brasil, Vietnam, Kolombia, Jerman dan Indonesia.

“Kontribusi ekspor kopi tahun 2016 menyumbang devisa USD 1,01 miliar atau 3,95 persen dari total ekspor komoditas perkebunan. Beberapa negara tujuan ekspor kopi Indonesia adalah Amerika Serikat 26,77 persen dari total ekspor USD 269,94 juta, dan berikutnya Jerman 8,94 persen dan Jepang 8,58 persen,” ungkapnya.

Langkah Kementan mendongkrak daya saing kopi Indonesia dengan berbagai cara. Di antaranya meningkatkan sistem perbibitan, pupuk dan tata kelola air sehingga produktivitas naik menjadi 1 ton per hektar.