Industri Tekstil Melemah, Ini Penyebabnya

industri tekstil melemah
Ilustrasi buruh dan pekerja. Foto: JPNN

POJOKSATU.id, SURABAYA – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jatim angkat bicara terkait tiga perusahaan tekstil yang merumahkan tiga ribu pekerjanya tahun ini.

Ketua API Jatim Sherlina Kawilarang menyatakan, tiga perusahaan tersebut memilih tutup atau memindahkan pabriknya ke daerah lain.

Selain itu, disebutkan, kontribusi industri tekstil Jatim ke nasional pun hanya sedikit, sekitar 10 persen.

Kontribusi tertinggi berasal dari Jabar dan Jateng. Dikatakan, hal ini lantaran upah minumum kotanya masih rendah.


Selain itu, pembangunan jalan tol di Jawa Tengah sangat pesat sehingga mampu menekan ongkos logistik.

“Saat ini, mengirim barang dari Jawa Barat ke Jawa Timur biayanya USD 500, sama dengan mengirim barang dari Jawa Timur ke Busan di Korea Selatan,” ungkapnya.

Waktu pengiriman dengan truk juga cukup panjang, sekitar 4–5 hari.

Ongkos logistik berkontribusi 10–15 persen dari total biaya.

Karena itu, API berharap kontribusi biaya logistik dapat ditekan menjadi lima persen.