Gas Elpiji 3 KG Mulai Langka

Gas Elpiji 3 kg
ilustrasi

POJOKSATU.id, PEKANBARU – Sepekan terakhir, tabung gas elpiji 3 kg langka. Itu terjadi di Kota Pekanbaru, Riau.

Sejumlah warung yang biasanya menyediakan gas melon itu kini mendadak kehabisan stok. Tak ayal warga kelimpungan mencari gas tersebut untuk memasakan kebutuhan sehari.

Sebagaimana yang dialami Ratih (33) warga Sungai Mintan, Kota Pekanbaru ini. Dia mengaku telah menyusuri sepanjang Jalan Tengku Bey, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, namun tabung gas bersubsidi itu tak juga ditemukan.

Ibu dua anak itu menyebutkan, sejak dua hari terakhir dirinya telah mencari gas tapi tak kunjung mendapatkannya. “Saya sudah mondar mandir sana-sini, dari kemarin saya cari bang, tapi belum juga dapat. Tiap warung sudah datangi tapi pemilik bilang gas kosong,” ujar Ratih seperti dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (11/3).


Hal serupa juga dikatakan Murni (41), warga Simpang Tiga lainnya. Dia mengaku kecewa atas kelangkaan gas elpiji 3 kg ini yang terjadi sejak empat hari terakhir.

“Sejak empat hari lalu langka, di warung biasanya ada menjual gas 3 Kg sekarang tidak ada lagi, kalau di pangkalan beli gas itu susah, baru datang gasnya lansung habis,” sebutnya.

Kata Murni, setelah mencari ke berbagai tempat, akhirnya mendapatkan gas tersebut dengan harga Rp 22 ribu/tabung. “Dua hari yang lalu saya beli di Pandau harganya Rp 22 ribu/tabung. Mungkin sekarang disana sudah habis. Karena warga di sini sebagian mencari ke sana,” tambah Murni.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DPP) Kota Pekanbaru, Masirba Sulaiman membantah adanya kelangkaan.

Menurutnya, kelangakaan gas elpiji 3 Kg di Pekanbaru itu hanya hoax. Dikatakannya, saat memang di warung gas 3 kg tidak lagi dibenarkan menjual gas subsidi tersebut.

“Kelangkaan itu hoax, jika masyarakat menyebutkan kelangkaan di warung memang iya. Karena kita sudah melarang dan mengancam pangkalan yang menjual gas ke warung-warung dicabut izinnya, sehingga pihak pangkalan tidak berani menjual ke sana,” ungkap Irba.

Pelarangan itu tujuannya untuk menertibkan HET elpiji 3 Kg sebesar Rp 18 ribu/tabung. Kini persoalannya gas melon tersebut dijual oleh pemilik warung harganya berkisaran Rp 21 ribu hingga Rp 25 ribu/tabung.

Irba meminta kepada masyarakat menginformasikan apabila ada pangkalan yang menyebutkan gas kosong padahal baru disuplay Pertamina. “Sekarang ini masyarakat berapa pun harganya dibeli asalkan barangnya ada, maka itu yang kita tertibkan. Kita menginginkan masyarakat membeli gas 3 Kg di pangkalan dan sesuai HET Rp 18 ribu/tabung. Jika ada pangkalan yang bilang gas kosong padahal baru disuplay, catat nama pangakalanya laporkan kekita biar dicabut izinnya,” tegasnya. (rpg/iil/JPG)