Jadwal Pelayaran Terganggu, Harga Sembako Naik

Antrean truk di pelabuhan. -foto TIMOR EKSPRES-
Antrean truk di pelabuhan. -foto TIMOR EKSPRES-

POJOKSATU.id, KUPANG – Akibat cuaca buruk, sejumlah perusahaan menutup pelayaran antar pulau sementara. Praktis hal ini mengakibatkan harga sembako naik di beberapa daerah. Sebab pasokan terhenti.

Seperti kebijakan yang baru-baru ini diambil PT ASDP Cabang Kupang. Pihaknya sempat menghentikan aktivitas pelayaran ke pulau terdekat.

Pelayaran baru dibuka, Minggu (12/2) setelah sempat menahan pelayaran selama sepekan. Pelayaran perdana pasca penghentian sementara itu, PT ASDP akhirnya memberangkatkan 36 unit truk ke Kabupaten Sabu Raijua dan Larantuka.

“Kita sudah angkut 17 truk ke Sabu dan 19 truk lagi ke Larantuka Flores Timur,” kata General Manager (GM) PT ASDP Cabang Kupang Arnoldus Yansen, Minggu (12/2).

Dengan dibukanya pelayaran tersebut, Arnold berharap masyarakat di daerah-daerah tersebut dapat menikmati bahan kebutuhan pokok dengan harga yang normal. Pasalnya, tertahannya truk-truk tersebut bisa berdampak pada kelangkaan sembako dan bisa berakibat kenaikan harga.

 

BACA :

Benarkah Holding BUMN Bisa Berbahaya?

 

“Kita berharap tidak sampai berpengaruh signifikan. Karena memang yang diangkut itu bahan kebutuhan pokok semua,” kata Arnold.

Belajar dari pengalaman-pengalaman tersebut, dia usulkan, pemerintah daerah dan pihak terkait agar mengambil langkah antisipatif sebelum terjadi kelangkaan sembako akibat cuaca buruk. Menurut Arnold, cuaca buruk yang memaksa ASDP tutup semu lintasan sering terjadi pada akhir tahun dan awal tahun. Sehingga, para pemangku kepentingan semestinya bisa mencari solusi dengan membangun lumbung penyimpanan sembako di daerah-daerah yang sering kesulitan transportasi saat cuaca buruk.

“Memang cuaca buruk setahun itu sekira 50 hari saja, tetapi akibatnya kan tidak bagus. Kalau kapal tidak jalan, pasti sembako langka dan harga pasti naik. Kasian masyarakat. Sebaiknya kita siapkan lumbung sembako di Sabu dan Rote, supaya begitu cuaca buruk, stok sudah aman dan harga tidak menyusahkan konsumen,” terang Arnold.

Sebagai perusahaan yang profesional, dia akui ada kerugian ketika terjadi penutupan pelayaran. Namun dampaknya tidak seburuk yang dialami masyarakat. Pasalnya, kerugian yang dialami bisa ditutupi ketika cuaca membaik.

“Karena cuaca buruk hanya sekira 50 hari, sementara sisanya masih 300 hari. Jadi kerugian kami itu bisa ditutupi nanti di musim penumpang ramai. Nah, kenapa tidak antisipasi juga supaya masyarakat jangan kesulitan sembako saat cuaca buruk,” tutup dia. (cel/JPG)

Loading...