Tren!! Perusahaan Pilih Pekerjakan Robot daripada Manusia

ilustrasi

POJOKSATU.id, KARAWANG – Pesatnya teknologi saat ini membuat pelaku industri mulai memilih teknologi robot daripada mempekerjakan manusia. Itulah yang kemudian memicu serapan tenaga kerja selalu menurun setiap tahunnya.

Perusahaan yang telah banyak menggunakan teknologi robot banyak terjadi di pabrik-pabri kawasan Karawang. Bahkan itu menjadi tren kekinian.

Hal itu merupakan dampak dari tingginya UMK di Kabupaten Karawang. Tak ayal, beberapa perusahaan memilih memindahkan lokasi pabriknya ke sejumlah daerah lain. Di sisi lain, mereka yang bertahan kini mulai beralih ke teknologi robot, ketimbang memberdayakan manusia.

Hal itu diakui Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ahmad Surotomengatakan. Dia mengatakan, saat ini sudah mulai muncul gejala pengurangan tenaga manusia di pabrik-pabrik di Karawang. Gejala itu terlihat dari banyaknya pabrik yang lebih mengoptimalkan mesin atau robot dibanding manusia.


“Sedang muncul tren makin banyak perusahaan yang menggunakan mesin dibanding manusia. Hal itu membuat serapan tenaga kerja selalu menurun setiap tahun,” ujar Suroto, Jumat (10/2).

Menurut Suroto, banyak pabrik baru berdiri di Karawang, namun proses otomatisasi di pabrik-pabrik baru itu semakin dominan. Ia menambahkan teknologi robot dan mesin yang semakin canggih semakin banyak diminati industri manufaktur. “Hampir seluruh tahap produksi dikerjakan oleh mesin,” katanya .

Suroto mencontohkan pabrik PT Ichii Industries Indonesia di kawasan Karawang International Insustrial City (KIIC), Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang. Pabrik yang memproduksi onderdil mobil ini hanya mempekerjakan 50 orang karyawan. “Saya harap pabrik ini lebih bisa menyerap tenaga kerja lokal,” katanya.

Sepanjang tahun 2016 dari berbagai pabrik baru yang diresmikan, hampir seluruh pabrik itu lebih mengedepankan mesin-mesin canggih untuk mengurangi anggaran produksi untuk karyawan.

“Saat ini UMK Karawang memang tertinggi di Indonesia, tapi dampaknya adalah pengurangan karyawan khususnya pabrik-pabrik baru yang lebih menggunakan robot, agar cost produksinya lebih murah,” tandasnya.(*/JPG)