Maryono Bilang, 2017 Jadi Tahun Properti

Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tahun 2017 ini, menurut Direktur Utama Bank BTN, Maryono pada pembukaan IPEX 2017 di JCC Jakarta, Sabtu 11 Februari 2017, membuka peluang sektor properti. Banyak hal yang mendasari sehingga dia mengungkapkan hal itu.

“Seperti, potensi properti terlihat dari angka backlog dan kebutuhan rumah yang masih tinggi. Juga minat investasi ke sektor properti yang masih besar,” ungkapnya.

Selain itu, adanya dukungan pemerintah terhadap sektor properti. Seperti dukungan kepemilikan rumah masyarakat Indonesia dengan mengalokasikan anggaran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), susbsidi selisih bunga (SSB), dan bantuan uang muka pada 2017 yang lebih besar dibandingkan di 2016.

Bank Indonesia pun kian mempermudah masyarakat mengakses KPR dengan melonggarkan aturan loan to value (LTV) pada 2016. Adanya potensi tersebut, juga ditopang berbagai langkah transformasi yang digelar Bank BTN, diyakini Maryono mampu mengantarkan perseroan mencatatkan pangsa pasar sebesar 40 persen pada 2019 dari posisi saat ini sekitar 33,57 persen.

“Potensi ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh BTN. Untuk meningkatkan kredit sekaligus menambah pangsa pasar. Langkah untuk meraih itu semua, akan dilakukan dengan berbagai transformasi yang telah dan akan digelar perseroan,” katanya.

Itu diungkapkannya lantaran PT Bank Tabungan Negara Tbk membidik penambahan kredit baru senilai Rp2,5 triliun. Dengan angka sebesar itu, perseroan sangat optimis bisa mencapainya. (*/pojoksatu)

Loading...