Harga Sayuran Mulai Merangkak Naik, Ini Penyebabnya

Ilustrasi

POJOKSATU.id, TASIKMALAYA – Hujan yang terus mengguyur beberapa bulan ini menyebabkan beberapa harga komoditas sayuran tidak stabil. Seperti di Pasar Induk Cikurubuk, harga cabai rawit naik 100 persen sejak beberapa pekan. Satu kilogram cabai rawit yang biasanya Rp 30 ribu kini menjadi Rp 60 ribu-Rp 65 ribu per kilogram.

“Faktor cuaca seperti ini jadi dari pemasoknya sudah mahal. Kita sering dapat komplain karena apa-apa sedang naik. Tapi mau bagaimana lagi,” kata salah seorang pedagang cabai, Rossi Fatmawati (32).

Pedagang lainnya, Jajat Kurnia (45) menuturkan hal serupa. Selain cabai, jenis sayuran lain pun ikut naik seperti kembang kol yang semula Rp 10 ribu menjadi Rp 23 ribu per buah.

“Mau bagaimana lagi, musim hujan sudah resiko beberapa jenis sayuran melonjak drastis. Pembeli pun karena butuh ya tetap saja dibeli,” tuturnya.


Meski kerap mendapat komplain dari pelanggannya, tetapi penurunan omzet tidak terjadi. Pasalnya sudah menjadi kebutuhan utama terutama bagi pengusaha kuliner seperti pedagang bakso dan lain sebagainya.

Imas (28) pengusaha warung nasi mengaku cuaca yang terus diguyur hujan ini memang berpengaruh terhadap harga sejumlah bahan pokok. Dirinya pun terpaksa menaikan harga jual makanan di warungnya.

“Memang beberapa bulan ini terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok terutama sayuran. Kita terpaksa harga jual naikan untuk mengimbangi pemasukan. Kalau tidak naik kita merugi,” ucap Imas.

(zul/RMOL/PS)