Sempat Lesu, Industri Makanan dan Minuman Menguat Lagi

industri makanan, lapis talas bogor, ekonomi
gerai penjualan lapis talas bogor (foto: pojoksatu)

POJOKSATU.id, SURABAYA – Makanan dan minuman (mamin) selain menjadi kebutuhan primer, tapi juga penyokong terbesar sektor ekonomi. Menurut Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Jawa Timur (Jatim) mencatat, industri mamin tumbuh rata-rata 20 persen pada periode Januari–Maret 2016.

Ketua Gapmmi Jatim, Yapto Willy Sinatra mengatakan, pertumbuhan tersebut mampu mengganti lesunya industri mamin pada 2015 lalu.

“Secara produksi pun, kami berhasil tumbuh di angka yang sama. Sebab, industri makanan dan minuman masih menjadi kebutuhan pokok masyarakat,” kata Yapto, Senin (18/4) kemarin.

Kenaikan permintaan pun diprediksi bertahan hingga triwulan kedua tahun ini. Apalagi, triwulan kedua sudah mendekati Ramadan dan Lebaran. Dia yakin, kenaikannya bisa lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan pertama. Pihaknya memprediksi kenaikan permintaan pada triwulan kedua berada di angka 25 persen.


Secara jangka panjang, pihaknya optimistis kondisi industri mamin membaik dengan adanya pusat logistik berikat makanan dan minuman yang akan dibangun di beberapa kawasan. Misalnya, Jawa Barat maupun JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate).

“Kami akan semakin mudah mendapatkan bahan baku karena beberapa saat ini masih impor. Seperti gula rafinasi, garam, konsentrat, buah-buahan, maupun susu. Jika kebutuhan tersebut bisa dipasok dari pusat logistik berikat, akan menurunkan biaya produksi lima persen,” katanya.
(vir)