Indonesia Impor Daging Kerbau dari India, Sehat dan Halal gak sih?

harga daging, daging impor, daging kerbau, india
ilustrasi (kerbau)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Rencana pemerintah Indonesia untuk melakukan impor daging sapi dan kerbau dari India dalam waktu dekat dilakukan untuk menekan harga daging saat ini di pasaran. Impor daging tersebut dilakukan setelah pemerintah mengubah aturan impor sapi dari country based ke zone based.

Sehingga impor bisa dilakukan dari negara-negara yang selama dinyatakan belum bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) seperti India, Brasil, dan sejumlah negara Afrika. Sebelumnya, impor hanya boleh dilakukan dari negara coutry based seperti Australia dan Selandia Baru.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Kementerian Pertanian (Kementan), Muladno mengatakan, pihaknya menjamin risiko penyebaran penyakit PMK bisa dikendalikan karena impor dilakukan dalam bentuk daging beku. Pengawasan pun dilakukan dengan sangat ketat, baik di India maupun setelah sampai di Indonesia.

“Yang diimpor ini daging kerbau, bukan sapi. Dan itu daging, bukan hidup. Kemudian tim kita sudah audit lapangan ke India. Kita lihat sendiri penanganannya sangat bagus dan ketat, kita juga periksa daging dari rumah potong hewan mereka, jadi bisa dinyatakan tidak menyebarkan PMK,” ungkapnya seperti yang dikutip dari detikFinance, Jumat (15/4/2016).


Muladno mengatakan, selain menjamin bisa bebas PMK, daging kerbau yang dipotong India juga dipastikan memenuhi standar halal.

“Kan yang potong di rumah potong orang muslim juga. Di India kan banyak muslim, jadi dijamin halal selain yang kita audit ke sana juga bebas penyakit (PMK),” ujarnya.

Saat ini, kata Muladno, impor daging kerbau potong, termasuk jumlah kouta impor yang ditetapkan, masih menunggu Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) keluar. Impor daging dari dari negara zone based sendiri sudah diatur dalam Undang-undang No.41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Tunggu Permentan keluar dulu. Kan sudah keluar Perpres (Peraturan Presiden) soal daging impor dari India. Tinggal aturan turunannya yang mengatur. Secepatnya kalau bisa keluar Permentan. Saya juga nggak tahu kenapa belum keluar,” tukasnya.
(ang/ang)