Rizal Ramli Keliru, Begini Rincian Pembagian Listrik Token Rp100 Ribu dari PLN

rizal ramli
Wapres JK dan Rizal Ramli
Wapres JK dan Rizal Ramli
Wapres JK dan Rizal Ramli

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait istrik. Kali ini, Menteri Ramli menyoal listrik prabayar atau token. Ia bahkan menyebut ada mafia di bisnis tersebut.

Menangapi hal itu, PT PLN (Persero) mengatakan Menteri Ramli salah paham soal besaran kemanfaatan pulsa (token) listrik prabayar yang diterima masyarakat.

“Ada sejenis salah paham karena angkanya sebenarnya adalah kilowatt hour (kWh) tapi dipersepsikan sebagai rupiah,” tutur Sekretaris Perusahaan PLN Adi Supriono di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (8/9).

Menteri Rizal menuding masyarakat yang membeli token listrik Rp 100 ribu hanya menerima manfaat listrik sekitar Rp 73 ribu, sementara sisanya diambil oleh penyedia layanan (provider) yang disebutnya berlaku layaknya mafia.


Hal itu keliru menurut PLN. Adi menuturkan, sesuai perhitungan PLN, apabila masyarakat membeli token Rp 100 ribu maka PLN akan mengkonversinya menjadi kWh yang akan dimasukkan ke dalam meter listrik prabayar.

Banyaknya listrik yang diterima masyarakat tergantung dari beberapa faktor, diantaranya golongan rumah tangga pelanggan, daya listrik pelanggan, lokasi tempat tinggal pelanggan, dan payment point pembelian token yang bisa melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sejumlah bank.

Ia mencontohkan, masyarakat berlangganan daya listrik 1.300 Volt Ampere (VA) dan tinggal di Jakarta yang tarif PPJ-nya adalah 2,4 persen dari tagihan listrik PLN, pelanggan yang membeli token Rp 100 ribu akan memperoleh listrik sebesar 71,08 kwH dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

1) Token : Rp 100.000,-
2) Administrasi bank : (Rp 1.600)
3) Pembelian listrik : Rp 98.400 (3=1-2)
4) Materai : (Rp 0)
5) PPN : (Rp 0)
6) Rupiah transaksi ke PLN : Rp 98.400 (6=3-4-5)
7) Pajak Penerangan Jalan : Rp 2.306 (7=2,4 persen x 8)
8) Rupiah yang dikonversi jadi kwH: Rp 96.094 [8=6/(1 2,4%)
9) Tarif listrik RT 1.300 VA : Rp 1.352 per kWh
10) Listrik yang diperoleh : 71,08 kWh (10 = 8/9)

(ril)