Selangkah Lagi, Kepala Manusia Bisa Dicangkok dan Didonorkan

Ilustrasi transpalantasi kepala manusia
Ilustrasi transpalantasi kepala manusia
Ilustrasi transpalantasi kepala manusia

POJOKSATU.id – Seorang dokter dari Italia bernama Sergio Canavero meyakini teknologi akan memungkinkan para ahli bedah untuk melakukan tranplantasi kepala manusia alias cangkok kepala. Jika itu berhasil, mnaka kepala manusia bisa dicangkokkan ke tubuh orang lain (pendonor).

Sergio Canavero mengaku telah menyusun rencana mencangkokkan kepala orang hidup di badan donor. Dia mengklaim prosedur yang diperlukan untuk melaksanakan operasi tidak berlebihan. Ekperimen itu akan dilakukan Sergio Canavero dalam jangka waktu 1 atau 2 tahun ke depan.

Canavero ingin membentuk tim untuk mengeksplorasi prosedur radikal dalam proyek tersebut. Eksperimen itu bisa dimulai pada pada pertemuan para ahli bedah saraf  di sebuah konfrensi di Maryland pada Juni mendatang.

Dikatakan Canavero, selama bertahun-tahun ilmu tentang transplantasi tubuh manusia mengalami kemajuan pesat dan akan menjadi sebuah kenyataan. Kendati sejauh ini prosedur sudah menciptakan kejutan, namun beberapa dokter masih ragu, bahkan masih ada yang belum percaya.


Canavero telah membuat prosedur bedah yang disebut Gemini Spinal Cord Fusion Protocol. Ia mengatakan, terputusnya tali tulang belakang manusia bisa disambung kembali lewat pembedahan, sehingga dapat bergerak kembali.

Menurut Canavero, kasus seperti itu pernah terjadi pada tahun 1902. Saat itu, beberapa ahli bedah melakukan prosedur pembedahan kepada perempuan 26 tahun. Perempuan berinisial CN itu tulang belakangnya putus akibat terjangan peluru kaliber 32.

“Operasi ini punya tingkat kesulitan yang tidak biasa karena interval yang lebar antara fragmen,” kata Canavero, seperti dilansir CNN, Senin (31/3/2015).

Canavero mengatakan, 16 bulan kemudian, pasien itu dapat bergerak dari tempat tidurnya ke kursinya dengan usaha sendiri, dan mampu berdiri dengan kedua tangan di belakang kursi.

Canavero mengatakan, dia ingin menggunakan transplantasi tubuh untuk memperpanjang kehidupan manusia yang menderita penyakit terminal. “Jika masyarakat tidak mau, saya tidak akan melakukannya. Tetapi jika orang-orang di Amerika Serikat atau Eropa tidak menginginkannya bukan berarti hal ini tidak akan dilakukan di tempat lain,” pungkasnya. (CNN/one)