Ditanya DPR, Begini PenjelasaN Menteri ESDM Tentang Kenaikan BBM

Sudirman Said
Sudirman Said
Menteri ESDM, Sudirman Said

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dianggap secara tiba-tiba. Aksi keberatan di sejumlah daerah dilakukan, terutama bagi para pengusaha dan sopir angkutan. Mereka menuntut kenaikan tarif angkutan. Sementara itu, di parlemen, Komisi VII DPR memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said. Mereka meminta penjelasan langsung dari Said tentang kenaikan BBM tersebut.

Pada pertemuan yang berlangsung Senin (30/03) tersebut, para anggota Komisi VII menyampaikan keberatannya atas penaikan BBM yang dilakukan pemerintah. Kebijakan itu dipandang sangat mendadak tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. Mereka menganggap kebijakan tersebut terlalu terburu-buru.

Sementara itu, Sudirman Said, menanggapi sejumlah pertanyaan dari anggota Komisi VII, mengatakan pihaknya akan menerima segala masukan yang diberikan. “Tidak ada sesuatu yang tidak bisa diubah, yang tidak diperbolehkan itu tidak mengambil keputusan,” ujarnya.

Pihaknya kata Sudirman, sudh memperhitungkan konsekwensi kebijakan tersebut. Seperti wacana pemerintah sebelumnya, Sudirman mengatakan kenaikan BBM adalah upaya untuk mengalihkan subsidi ke sektor produktif, untuk membangun infrastruktur, pertanian, dan pembangunan sarana transportasi.


Menurutnya, harga Rp 7900, masih bersifat fluktuatif.”Yang penting kebijakan ini terbuka kepada masyarakat dan kita selalu tanggap akan aspirasi yang datang,” kat Sudirman.

Publik tak perlu khawatir. Sudirman mengatakan nantinya akan ada audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dan menjamin segala keputusannya ini bisa dipertanggungjawabkan secara publik.

Permasalahan kurang sosialisasi atas kenaikan harga BBM, menurut Sudirman justru lebih baik dibandingkan sosialisasi terlalu lama, akan berefek negatif terhadap keadaan di lapangan. (ril)