Tak Kuat Bayar Gaji, Sembilan Perusahaan di Bogor Tutup

Perusahaan bangkrut
Ilustrasi. Foto: Nelvi/Radar Bogor (Grup Pojoksatu.id)

 

POJOKSATU.id, BOGOR – Ribuan buruh di Bogor, Jawa Barat harus bersiap kehilangan pekerjaan. Sebab, pasca naiknya upah minimum kabupaten (UMK) di Kabupaten Bogor menjadi Rp2.650.000, beberapa perusahaan pindah ke daerah lain. Tak sedikit pula perusahaan yang tutup karena kelebihan beban operasional.

Kasi Pengawasan Norma Kerja pada Dinsosnakertrans Kabupaten Bogor, Sandi H mengatakan, sembilan perusahaan sudah gulung tikar setelah naiknya UMK. Selain itu, lima perusahaan juga melakukan eksodus ke daerah lain yang UMK-nya lebih rendah seperti Cianjur hingga Semarang.

“Memang menjadi dilema. Saat kenaikan upah minimum disahkan, malah banyak perusahaan yang bangkrut,” kata Sandi seperti dilansir Radar Bogor (Grup Pojoksatu.id), Senin (23/3).


Lebih lanjut ia mengatakan, tak sedikit perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga pengangguran di Kabupaten Bogor semakin bertambah. “Saya belum tahu angka pastinya,” katanya.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, ke depan Dinsosnakertrans Kabupaten Bogor akan menerima lowongan tersendiri dalam program penempatan pekerja. Setiap tahun, Dinsosnakertrans juga akan membuka job fair untuk menjaring warga Bogor yang belum bekerja.(rub/lya)