Citilink Tunda Penerbangan, Penumpang Terlantar

Penumpang Citilink rute Jakarta-Surabaya berdebat dengan petugas mengenai kepastian jam terbang di Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (20/3). Imawan Mashuri/Jawa Pos (grup Pojoksatu.id)
Penumpang Citilink rute Jakarta-Surabaya berdebat dengan petugas mengenai kepastian jam terbang di Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (20/3). Imawan Mashuri/Jawa Pos (grup Pojoksatu.id)
Penumpang Citilink rute Jakarta-Surabaya berdebat dengan petugas mengenai kepastian jam terbang di Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (20/3). Imawan Mashuri/Jawa Pos (grup Pojoksatu.id)

POJOKSATU.id, JAKARTA –  Penumpang pesawat Citilink 807 jurusan Jakarta-Surabaya terlantar di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (20/3). Penumpang maskapai penerbangan tersebutpun harus rela menunggu berjam-jam, karena pesawat yang harusnya terbang pukul 19.35 ditunda penerbangannya.

Salah satu penumpang, Imawan Mashuri mengatakan, seharusnya pesawat berangkat pukul 19.35. Namun, 30 menit sebelum jam keberangkatan, petugas mengumumkan adanya penundaan. “Ditunda pukul 20.25 karena cuaca buruk,” ujarnya seperti dilansir Jawa Pos (Grup Pojoksatu.id).

Dia menjelaskan, penundaan penerbangan itu disebabkan cuaca buruk di Halim yang mengakibatkan pesawat dari Surabaya tidak bisa mendarat. Pendaratan dialihkan ke Bandara Soekarno-Hatta. “Diganti pesawat lain,” katanya.

Namun, ketika jam menunjukkan pukul 20.25, tidak ada pengumuman dari pihak bandara bahwa pesawat akan diberangkatkan. Namun, Imawan dan penumpang lain masih optimis pesawat akan berangkat.


Setelah menunggu satu jam, penumpang mulai resah. Tiba-tiba, seorang petugas memberikan pengumuman bahwa penerbangan ditunda besok pagi pukul 09.00. Alasannya, Bandara Juanda tidak bisa menerima pesawat mendarat pada malam hari lantaran perbaikan runway.

Penumpang yang telah berjam-jam menunggu tanpa kepastian pun kesal setelah mendengar pengumuman tersebut. Mereka sempat beradu mulut dengan petugas. Penumpang tidak terima dengan penundaan itu karena pengumuman penundaannya sangat mendadak.

Selain itu, pihak maskapai juga terkesan menelantarkan penumpang dengan tidak memberikan konsumsi.”Kami tetap meminta terbang hari ini,” tegas pria asal Surabaya itu.

Menurut Imawan, semua penumpang menolak diberangkatkan besok pukul 09.00. Sebab, mayoritas sudah memiliki kegiatan mulai pagi hari. Saat ini, pihak maskapai dan penumpang masih melakukan pertemuan. Menurut Imawan, penumpang mau berangkat besok dengan syarat take off dimajukan pukul 06.00.

Akhirnya diperoleh kesepakatan antara penumpang dan maskapai. Penerbangan ditunda besok pukul 07.00. Sebagai kompensasi, penumpang akan diinapkan di hotel dan diberikan konsumsi. (aph/fal/jp/lya)