Bangun Smelter di Gresik, Kadin: Freeport Tidak Serius Bangun Papua

freeport
Pemerintah terapkan strategi ini untuk ambil alih 10% saham Freeport
Semelter Freeport
Semelter Freeport/Net

POJOKSATU – Jika tidak membangun smelter (pemurnian konsentrat), PT Freeport Indonesia dinilai tidak punya niat baik membangun Papua.

Smelter harus dibangun sesuai permintaan pemerintah, baik pusat dan daerah, termasuk masyarakat asli Papua.

Demikian dikatakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia-Papua, John M. Kabey, kepada wartawan di Jakarta. John Kabey bersama pengurus Kadin Indonesia dari 25 provinsi berada di Jakarta untuk membahas persiapan pelaksanaan Rapimnas. Agenda ini direncakan digelar pada awal Maret 2015.

“Smelter perlu dan sebaiknya dibangun di Papua,” katanya.


Menurut dia, perusahaan tambang Amerika Serikat tersebut harus mempersiapkan segala sesuatu, termasuk Sumber Daya Manusia dan pelabuhan termasuk pengadaan listrik untuk pembangunan smelter.

“Jadi kalau mau serius membangun Papua, buktikan smelter di Papua, bukan di Gresik. Kalau perlu secepatnya dilaksanakan,” katanya

Pemerintah dan DPR, kata John Kabey, menyetujui agar smelter dibangun di tanah Papua. Tidak ada alasan bagi Freeport untuk tidak membangunnya.

PT. Freeport sendiri masih bersikeras untuk membangun smelter di Gresik, Jawa Timur. Alasannya, seperti dikatakan Menteri ESDM, Sudirman Said, infrastruktur di Papua sangat terbatas. Apalagi, smelter harus secepatnya dibangun. (ald/rmol/lya)