Soal Proton, Jokowi Diminta Jelaskan Definisi Mobnas

thumb_561970_11431607022015_jokowi-proton                 POJOKSATU – Kerja sama antara PT Adiperkasa Citra Lestari milik Hendropriyono dengan Proton Holdings menggulirkan polemik. Penandatanganan kesepakatan yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo itu disebut-sebut dalam rangka mewujudkan ambisi mantan Kepala BIN itu untuk membuat mobil nasional.

Hanya saja, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengingatkan pemerintah agar terlebih dulu memberi defenisi yang pasti tentang program mobil nasional. Termasuk, tentang keterlibatan negara dalam program itu dan ada kejelasan tentang pihak yang memproduksinya.

“Kalau benar (kerja sama Adiperkasa dengan Proton, red) untuk mobil nasional, Pak Jokowi harus jelaskan definisinya apa dulu mobil nasional ini,” ujar peneliti ICW, Ade Irawan kepada JPNN (Grup Pojoksatu.id), Senin,  (9/2).

Menurutnya, pemerintah harus belajar dari gagalnya mobil nasional Timor pada era Presiden Soeharto. Dulu, seluruh proyek ini dilimpahkan kepada putera Soeharto, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) yang akhirnya mendirikan PT Timor Putra Nasional (TPN) sebagai produsen mobnas secara massal.


TPN pun memutuskan bekerja sama dengan perusahaan otomotif terbesar ketiga Korea Selatan, KIA untuk memproduksi generasi pertama mobnas yang diberi nama Timor (Teknologi Industri Mobil Rakyat) dengan melibatkan insinyur-insinyur tanah air. Itu sebabnya TPN mengklaim Timor buatan Korea Selatan sebagai mobnas. Hanya saja, Timor pada dasarnya hanyalah KIA Sephia rakitan 1995.

Namun, menurut Ade, pada dasarnya Timor tetap dikerjakan dan diproduksi di Korsel. Jika ingin membuat mobil nasional, lanjut Ade, pemerintah harus jelas dalam menentutkan prosedurnya terlebih dahulu.

“Waktu itu Timor dengan perusahaan Korea. Tapi pada akhirnya bermasalah. Saya kira harus belajar banyak dari situ. Pengerjaan semua di sana percuma. Jangan sampai seperti itu,”  tandas Ade.(flo/jpnn/lya)