Penemu Biopori Kecewa Banyak Salah Kaprah Soal Lubang Kecil Ini

image

Penemu biopori Kamir R Brata mengaku kecewa mulai banyaknya salah kaprah pelaksanaan membuat lubang untuk mengalirkan air yang tersumbat ini. Dosen ilmu tanah asal Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengaku heran dengan banyaknya pembuatan biofori menggunakan paralon.

“Ini aneh. Kenapa bisa membuat lubang biopori dengan memagari lubang paralon. Biofori itu dibuat secara alamiah agar air mengalir ke samping,” kata Kamir Brata di Bogor, Sabtu (31/1/2015).

Dia juga merasa heran kurang gregetnya pengelola atau pemilik gedung-gedung tinggi membuat biopori karena khawatir tanah amblas sehingga membuat konstruksi bangunan hancur atau runtuh. Padahal, dengan membuat biopori di sekitar gedung, akan menjaga keseimbangan tanah.


“Pada jangka panjang, justru bangunan akan awet. Bangunan pun akan mendapat dukungan yang baik di dalam tanah,” kata Kamir.

Menurut Kamir, lubang resapan biopori di sekitar gedung cukup dibuat sepertiga dari luasan gedung. Tentu saja dengan membuat alur dan kerapatan yang tepat serta kedalaman tidak lebih dari 1 meter.

Bagaiamana jika tanah asli di atas bangunan itu penuh urugan batu? Menurut Kamir, tetap kerjakan sesuai ukuran batas terdalam tanah. Pada kondisi tanah yang dangkal maka harus dibuat dengan tetap timbunan tanah.

“Jangan sampai setelah membuat biopori di sekitar gedung, lantas ditutup lagi. Ini yang aneh,” kata Kamir.

Ada juga yang mempertanyakan kenapa lubang biopori sangat kecil, yakni berdiamter 10 centimeter. “Justru dengan lubang kecil itu akan mengatur aliran air yang baik sehingga meresap dengan baik juga,” kata Kamir.

Lebih kecewa lagi, ada pemerintah daerah yang menganggap bahwa pembuatan biopori hanya sukarela, bukan kewajiban seperti halnya sumur resapan. “Padahal dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 12 Tahun 2009 jelas dijelaskan setiap bangunan harus memanfaatkan air hujan denganĀ  memiliki sumur resapan dan atau biopori,” kata Kamir.

Kami tetap berharap, kampanye pembuatan biopori harus tetap digelorakan untuk keseimbangan alam yang lebih baik. Menurutnya, biopori salah satu alternatif terbaik menjaga keseimbangan tanah. (fsk/ps)