2017, Transaksi di Jakarta Pakai E-Money

12202_10367_METRO-LAUNCHING-PARKIR-IMAM

Setelah menerapkan transaksi elektronik untuk pembayaran parkir, kartu e-money juga akan digunakan untuk bertransaksi pada beberapa sektor lain. Targetnya, tahun 2017 seluruh transaksi sudah bisa menggunakan kartu e-money.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan rencananya mengubah beberapa transaksi tunai menjadi transaksi elektronik. Nantinya, setiap orang hanya perlu satu kartu untuk membayar transaksi, seperti belanja dan membayar ongkos transportasi.

“Masyarakat nggak perlu bawa lima kartu buat bayar lima hal yang berbeda. Hanya satu kartu saja buat semua,” kata Basuki atau akrab disapa Ahok.


Pengalihan sistem baru tersebut untuk mempermudah masyarakat bertransaksi. Selain itu, juga bisa mempermudah mengelola data pedagang dan pembayaran sewa tempat. Pemasukan kas daerah pun akan tertata rapi dan jelas.

Kartu e-money tersebut juga bisa digunakan pendatang atau wisatawan asing. Mereka juga bisa membeli satu e-money untuk memudahkan bertransaksi sekaligus mencegah tertipu pedagang yang memasang harga sembarangan.

”Turis bisa beli e-money yang bisa untuk transaksi apapun. Supaya nggak ada celah buat pedagang bermain curang,” kata Ahok.

Penerapan transaksi dengan e-money di seluruh Jakarta diharapkan bisa tuntas dua tahun lagi. ”Saya ingin buru-buru, soalnya saya cuma sampai 2017. Tidak tahu dipilih lagi atau nggak,” tandas Ahok. (Dedi Yondra/fal/ps)