Terkesan Tertutup, Ada Apa Tender Minyak Mentah Pertamina?

114808_853610_kantor_pertamina_persero

POJOKSATU – Pelaksanaan tender pertama minyak mentah yang dilakukan Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina menuai kecurigaan. Pasalnya di tengah riuhnya kasus hukum yang terjadi di Indonesia, pelaksanaan tender itu terkesan ditutup-tutupi oleh pihak ISC Pertamina.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies (IMES), Erwin Usman mengatakan Kementerian ESDM dan ISC Pertamina perlu menjelaskan lebih lanjut terkait proses tender minyak mentah itu termasuk impor dari Sonangol. Pasalnya, ia menilai tidak ada transparansi dalam proyek itu.

“Penting dijelaskan lebih dahulu oleh Menteri ESDM dan ISC Pertamina Daniel Purba, terkait perkembangan rencana kerjasama dengan Sonangol. Terutama isi perjanjian kerjasama, model kerjasama, serta untung rugi bagi Negara dengan pola kerjasama bisnis tersebut,” ujar Erwin dalam keterangan persnya kepada wartawan, Kamis, (29/1).


Seharusnya, kata dia, Menteri ESDM, Dirut Pertamina dan Tim Reformasi Tata Kelola Migas memenuhi janji mereka bahwa akan mengedepankan transparansi dalam menjalankan proyek-proyek. Namun, kenyataannya dalam proyek ISC itu, justru dilaksanakan tanpa penjelasan pada publik.

“Transparansi ini sangat penting bagi publik untuk disesuaikan dengan keterangan otoritas menteri ESDM atau ISC Pertamina sebelumnya, misalnya terkait besaran diskon pembelian, kemampuan memenuhi kuota minyak, serta pihak-pihak yang dilibatkan dalam perjanjian,” sambungnya.

Jika tidak transparan, ia khawatir, proyek itu justru hanya akan merugikan negara dan menguntungkan pihak-pihak tertentu.

“Termasuk di dalamnya menjelaskan apa dan bagaimana peran ISC dalam urusan bisnis ini. Karena jika itu diabaikan oleh Kementerian ESDM dan Pertamina, maka artinya spirit Nawacita, Trisakti dan Revolusi Mental diabaikan,” tandasnya.(flo/jpnn/lya)