McDonald Kurang Laku, CEO-nya Mundur

McDonald di Amerika. | Foto: UsaToday
McDonald di Amerika. | Foto: UsaToday
McDonald di Amerika. | Foto: UsaToday

CEO McDonald Don Thompson akhirnya menyerah karena tak mampu meningkatkan penjualan produknya lebih kencang. Dia akan mundur dari jabatannya per 1 Maret nanti.

Mengutip dari Time, Kamis (29/1/2015), posisi CEO akan digantikan Steve Easterbrook yang saat ini menjabat sebagai Chief Brand Officer.

Sebagai informasi, McDonald’s pada pekan lalu telah melaporkan penurunan laba kuartal keempat sebesar 21 persen. Tantangan ekonomi, perubahan selera konsumen dan kesalahan pemilihan menu telah menyebabkan kunjungan pelanggan secara global berkurang hingga 3,6 persen pada tahun lalu.

Time melaporkan, penurunan penjualan produk McDonald ini akibat rumitnya menu-menu yang dihidangkan. Pada 2012, jaringan waralaba terbesar di dunia sempat mengubah sajian menu. Namun, hal ini tidak mengubah keadaan sehingga McDonald terus mengalami kerugian.


Seperti mengutip dari BBC, Rabu 17 Desember 2014, McDonald pun terpaksa menjatah kentang goreng bagi para pelanggannya. Saat ini, mereka hanya akan melayani permintaan kentang goreng dalam jumlah yang terbatas meski tidak dijelaskan secara spesifik berapa banyak porsi yang dapat dipesan oleh pelanggan.

“Amat disayangkan, kami harus menerapkan pembatasan untuk pemesanan kentang goreng pada beberapa toko kami di Jepang hingga akhir tahun ini. Ini, akibat industri yang melambat di Amerika sehingga kami tidak mendapatkan persediaan yang cukup,” ujar Kokoro Toyoma, Juru Bicara McDonald.

Bahkan, pada akhir 2014, McDonald pun terpaksa menjatah kentang goreng bagi para pelanggannya. Saat ini, mereka hanya akan melayani permintaan kentang goreng dalam jumlah yang terbatas meski tidak dijelaskan secara spesifik berapa banyak porsi yang dapat dipesan oleh pelanggan.

“Amat disayangkan, kami harus menerapkan pembatasan untuk pemesanan kentang goreng pada beberapa toko kami di Jepang hingga akhir tahun ini. Ini, akibat industri yang melambat di Amerika sehingga kami tidak mendapatkan persediaan yang cukup,” ujar Kokoro Toyoma, Juru Bicara McDonald. (ps*/)