Sepeda Bambu Bogor Dijual Rp17 Juta di Eropa

POJOKSATU – Siapa bilang bambu hanya bisa digunakan untuk membuat balai atau sebagai penghias rumah. Dari tangan dingin seorang pengrajin bambu di Bogor, Jawa Barat, bambu disulap menjadi sepedah bernilai jual tinggi.

Ya, Abah Janika, warga Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini mampu menyulap bambu menjadi sebuah sepeda. Cerita ini bermula saat Abah sapaan akrabnya, merasa tertantang dengan negara lain yang sudah terlebih dahulu memproduksi sepeda bambu.

“Masa negara lain sudah bisa membuat sepeda dari bambu, kenapa negara kita tidak bisa. Padahal jelas, di Indonesia banyak sekali tumbuh pohon bambu, dan itu kualitasnya sangat baik,” kata Abah semangat.

Menurutnya, tidak semua bambu bisa dijadikan bahan baku sepeda buatannya. Untuk menghasilkan sepeda berkulitas, ia terlebih dulu mencari jenis bambu yang cocok. Batang bambu yang digunakan merupakan bambu pilihan yang telah melewati proses seleksi dan pengawetan secara tradisional.


“Ada sekitar 21 ramuan herbal yang saya gunakan untuk merendam bambu selama tiga minggu. Kemduian barulah, dilakukan proses produksinya. Kira-kira untuk menghasilkan satu unit sepeda bambu siap pakai, butuh waktu pengerjaan sekitar sebulan lebih,” terangnya.

Agar bisa bersaing, Abah tidak memproduksi sendiri sepedahnya. Ia mengandeng rekan-rekannya yang mempunyai background sebagai tenaga ahli dibidang industri pesawat terbang. “Soal perakitan, saya mempercayakan kepada teman-teman yang ahli dalam perakitan pesawat terbang,” imbuhnya.

Diakuinya, sepeda bambu produksinya bukan hanya kuat dan tidak mudah rusak. Karena pada batang bambu terdapat ribuan serat yang mempu menahan beban dan benturan. Selain itu desainnya juga benilai seni tinggi. Makanya wajar saja jika harga jualnyapun lumayan mahal, mulai dari Rp 10 juta sampai Rp 17 juta.

Hanya saja, kata Abah, bagi yang berminat akan sepedanya harus bisa bersabar. Sebab saat ini penjualannya belum dilepas di pasaran. Meski demikian diakuinya, sepedanya tersebut sudah tembus pasar Eropa dan Amerika.

“Ada orang Amerika yang pesan. Lumayan lah, cukup banyak. Di Belgia pun juga sama, ada pesanan disana. Ini merupakan bukti bahwa produk Indonesia bisa bersaing di luar negeri,” terang Abah. (lya)