Hore…Sebentar Lagi Harga Tiket Kereta Api Murah Bisa Dinikmati

Diskon tarif kereta berlaku sebulan

144933_839786_kereta_4

POJOKSATU – Pemerintah melalui Kementrian Perhubungan (Kemnhub) kembali akan memberikan subsidi untuk tiket kereta api ekonomi. Dengan demikian PT kereta Api Indonesia (KAI) akan menjual tiket kereta api ekonomi dengan harga murah. Ini berdasarkan kontrak penyelenggaraan Pelayanan Publik (Public Service Obligation/PSO) Perkeretapian 2015 No PL.102/A1/DJKA/1/15 dan No. HK.221/I/1/kKA-2015 tentang kewajiban PSO bidang angkutan kereta api pelayanan kelas ekonomi tahun anggaran 2015.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro menuturkan pada 2015 pemerintah akan menyuntikan dana sebesar Rp 1,52 triliun. “Jika dibandingkan dengan tahun lalu 2014 subsidinya hanya Rp 1,22 triliun atau naik Rp 240 miliar pada tahun ini,” kata Edi, Rabu (14/1/2015)

Kenaikan ini, menurutnya bisa disebabkan oleh faktor inflasi, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan harga bahan bakar minyak.


Ia menjelaskan, subsidi tersebut nantinya sebanyak Rp 115,06 miliar akan digunakan untuk kereta api jarak jauh, Rp 131,85 miliar untuk kereta api jarak sedang, sedangkan untuk jarak dekat senilai Rp 464,47 miliar.

Alokasi lainnya juga diberikan untuk KRD ekonomi sebesar Rp 44,30 miliar, commuter line Jabodetabek sebanyak Rp 754, 23 miliar dan Rp 13,79 miliar untuk kereta api angkutan lebaran.

PSO untuk kereta jarak jauh akan mulai berlaku pada 1 Maret 2015, sedangkan untuk jarak sedang di Jawa mulai 1 Maret 2015 dan jarak sedang di Sumatera 1 Januari 2015.

Diakuinya, jika dilihat dari alokasinya commuter line Jabodetabek mendapat jatah paling besar. Menurutnya itu hal yang wajar, karena kereta tersebut paling banyak melayani penumpang setiap harinya.

“Prioritas subsidi diberikan kepada penumpang jarak dekat, termasuk KRL karena itulah yang digunakan untuk beraktivitas sehari-hari,” tambahnya.

Bagi penumpang jarak jauh juga bukan berarti tidak bisa menikmati tiket murah, kata Edi, karena penumpang jarak jauh juga bisa menikmati harga ekonomis tersebut. (lya)