Atap Lipat Canggih Bebas Gangguan Cuaca

Menteri Utama Victoria, Daniel Andrews dan CEO Tennis Australia, Craig Tiley dibawah lapangan Margaret yang atapnya sedang ditutup. (Credit: ABC)
Menteri Utama Victoria, Daniel Andrews dan CEO Tennis Australia, Craig Tiley dibawah lapangan Margaret yang atapnya sedang ditutup. (Credit: ABC)
Menteri Utama Victoria, Daniel Andrews dan CEO Tennis Australia, Craig Tiley dibawah lapangan Margaret yang atapnya sedang ditutup. (Credit: ABC)

POJOKSATU – Penyelenggaraan Turnamen Tennis Australian Open 2015 dipastikan tidak akan lagi terganggu oleh cuaca panas, menyusul telah rampungnya pemasangan atap lipat ketiga di Melbourne Park.

Atap lipat di Lapangan Tennis Margaret ini memungkinkan pertandingan akan terus dilaksanakan meski event berlangsung di tengah cuaca ekstrim, sebagaimana terjadi pada penyelenggaraan event ini tahun 2014 lalu ketika gelombang panas memaksa sejumlah pertandingan ditangguhkan pelaksanaannya.
Turnamen Australian Open  akan resmi dimulai pada 11 Januar1 2015.
“Penyelenggaraan turnamen kali ini akan bebas cuaca, tidak diragukan lagi setelah kita berhasil merampungkan pemasangan atap lipat di stadion ketiga, sehingga jika ketika turnamen berlangsung cuaca buruk, pertandingan tetap akan bisa dilanjutkan,’ kata Direktur Eksekutif, Tennis Australia,  Craig Tilly
“Sebelum atap lipat ini dipasang, kondisi itu tidak dimungkinkan,”
Tiley mengatakan atap lipat ini bisa terbuka dan tertutup hanya dalam waktu 5 menit dan menjadi salah satu yang tercepat di dunia.
“Dengan lapangan yang bebas gangguan cuaca seperti ini permainan bisa tetap dilanjutkan,” katanya lagi.
“Sering kali kita menjumpai di stadion lain, pertandingan terpaksa dihentikan sebelum kita bisa menutup atap, tapi masalah ini tidak akan kita temui dalam turnamen Australia Open kali ini, karena hanya butuh waktu lima menit untuk membuka atau menutup atap itu,” katanya.
Sementara itu Menteri Utama Victoria, Daniel Andrews mengatakan pemugaran yang dilakukan berhasil menambah kapasitas kursi penonton dari 6 ribu kursi di stadion terbuka menjadi fasilitas galeri seni yang dapat menampung 7,300 kursi.
“Itu artinya Melbourne Park  menjadi satu-satunya lokasi penyelenggaraan grand slam di dunia yang memiliki atas lipat canggih seperti ini,”
kata Andrews.
“Seluruh turnamen Australia Open 2015 bisa dilakukan didalam lapangan (indoor) baik di lapangan utama Hisense maupun lapangan Margaret, walau mungkin tidak semua orang menginginkanya,”
Andrews mengatakan sekitar 650,000-700,000 orang diperkirakan akan menghadiri Australia Terbuka tahun ini.
“Jika kita hendak mengembangkan event ini dan jika kita berniat untuk terus menuai dividen yang dihasilkan dari  penyelenggaraan 1 dari 4 turnamen grand slam di dunia di Melbourne, maka kita perlu berinvestasi dengan menghadirkan fasilitas yang terbaik. “
Tiley mengatakan atap lipat ketiga yang dipasang di lapangan tennis Hisense akan mampu menampung 10 ribu orang yang telah membeli tiket menonton turnamen Australia Open 2015.
Menurutnya prakiraan cuaca jangka panjang memprediksikan tahun ini suhu udara yang mencapai 40 Celcius hanya akan berlangsung selama satu hari saja.
Pada tahun 2014, penyelenggara Turnamen Australian Open memberlakukan kebijakan suhu udara ekstrim pada hari ke-4 penyelenggaraan turnamen ini setelah pada hari ketiga suhu udara mencapai lebih dari 40 derajat Celcius.
Sebelum akhirnya panitia penyelenggara memberlakukan kebijakan cuaca ekstrim, pemain tenis terbaik dunia terpaksa bermain di cuaca panas ekstrim, anak bola yang berjaga di tepi lapangan pingsan dan botol air meleleh di lapangan dan sebanyak 9 orang pemain yang pernah menjuarai Grand slam gagal dalam putaran pertama dalam pertandingan tunggal.
Cuaca panas ekstrim ini juga mendatangkan malapetaka pada turnamen Australia Open, pemain Kanada, Frank Dancevic sempat pingsan ditengah pertandingan, dan tidak sadarkan diri selama hampir satu menit, setelah berhalusinasi melihat karakter komik Snoopy.
“Saya merasa pusing ditengah set pertama dan kemudian saya melihat Snoopu dan berpikir, ‘Wow Snoopy, aneh sekali,” kata Dancevic.
Dancevic berhasil kembali ke lapangan sebelum akhirnya kalah dalam dua set langsung.
Juara bertahan petenis puteri, Victoria Azarenka menggambarkan kondisi cuaca panas dalam turnamen Australia Open 2014 lalu seperti bertanding di tengah penggorengan panas,”
“Saya kira tidak ada satu pemain pun yang bersedia bermain di lapangan terbuka,” katanya ketika gelombang panas mulai berhembus ketika itu.
Kebijakan cuaca panas berarti pertandingan dihentikan pada akhir set pertandingan berlangsung, dengan tidak ada pertandingan yang dijadwalkan pada lapangan lain sampai kondisi membaik. (jpnn/ps)